Bulan Muharam 1441 H Momentum Hijrah Islam Kaffah
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Majelis Pencinta Rasulullah (MPR) Kota Baubau, menggelar tablik akbar dengan tema hijrah menuju syariah kaffah di Masjid Khairu Umma Lingkungan Wonco, Kelurahan Kampeonaho, Kecamatan Bungi, Sabtu (31/8).
Tablik akbar yang mengakat tema hijrah menuju syariah kaffah mendatangkan 5 pembicara. Sebut saja Ustad Hamza Abu Fatih selaku pembicara pertama mengatakan peristiwa hijrah pertama sesungguhnya jatu pada bulan rajab bukan bulan muharam.
Perubahan tersebut, lanjut Hamzah, dirubah oleh Amirul Mukminin Umar bin Khatab yang mengkawatirkan kalau penetapan 1 hijriyah jatu pada bulan rajab maka akan terjadi pengkultusan terhadap rasulullah sebagaiman pengkultusan Isa as sebagai tuhan yang dilakukan kaum nasrani.
"Hikmah penetapan 1 hijriyah dibulan muharam merupakan momen yang pas yang dilakukan Khalifah Umar, mengingat akan terjadinya penyembahan manusia kepada manusia," tuturnya.
Sementara itu Ustad Saifullah selaku pembicara ketiga menjelaskan makna hijrah itu sendiri. Menurutnya hijrah yang berarti berpinda, apakah berpindah dari suatu kondisi atau berpindah dari suatu tempat.
Adapun makna secara syar'i, lanjut Saifullah, berpindah dari keadaan yang tidak islami menuju keadaan islami, kemudian berpindah dari tempat yang tidak islami menuju ketempat yang islami. Hal ini kembali dicontohkan sebagaiman di zaman ketika mekah saat itu masi jahiliyah mulai dari rusaknya moral, perzinahan, kejahatan kriminal, minuman khamar dan pembunuhan lalu kemudian Rasul mengakhiri semua itu dengan hijrahnya di madina.
Lalu bagaimana dengan konteks hari ini, lanjut pembicara ketiga ini, kondisi jahiliya saat itu masi dialami umat islam saat ini bahkan lebih parah hal tersebut bisa dilihat tingginya angka aborsi yang mencapai 23 juta pertahunya begitu juga tingkat kejahatan lainya.
Sehinggah menurutnya harus ada kesadaran umat islam untuk menghapus itu semua dengan tindakan hijrah sebagaimana nabi, hal tersebut menurut diganti dengan kebaikan manakala ketika kaum muslimin kembali kepada islam secara menyeluruh.
"Mari kita cermati bersama kondisi hari ini mulai dari kerusakan moral pergaulan bebas dan perzinahan hingga berakhir pada aborsi, kemiskinan dan kejahatan lainya. Sehingga tak ada jalan lain, melainkan hijrah dengan penerapan islam kaffah," terangnya.
Sementara itu pembicara berikutnya Ustad Adikusiyut Abu Bilal menyerukan, solusi tuntas dari berbagai macam permasalahan manusia hari ini secara umum dan kaum muslimin secara khusus, tak laim hanyalah sistem pemerintahan islam yang menerakan aturan pencipta secara menyeluruh.
"Sadar atau tidak, berbagai macam masalah, kezoliman, kemiskinan persekusi karna diterapkanya ideologi Sekuler bersama kapitalisme dan sistem politik Demokrasi. Sehinga yang dibutuhkan umat hari ini adalah dengan ditegakkan Khilafah sebagaiman ketika Nabi hijrah dari mekah menuju madina dengan ditegakanya daulah islamiah," pungkasnya.(p5)