Kota Baubau Alami Deflasi Sebesar 2.10 Persen pada Agustus 2019
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Deflasi Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Agustus tahun 2019 tercatat sebesar 2.10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 136,88.
Deflasi ini disebabkan oleh adanya penurunan indeks harga yang signifikan pada kelompok bahan makanan sebesar 7,59 persen, kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar 0,06 persen serta transpor, komunikaso dan jasa keuangan 2,95 persen.
Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami kenaikan indeks sebesar 2,42 perse, sandang sebesar 0,63 persen, transport & kominikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah nasi dengan lauk, rokok putih, emas perhiasan, mie kering instan, makanan ringan, apel, terong panjang, biskuit, kol putih, tauga/kecamba.
Sedangkan komoditas yang memberingan sumbangan deflasi adalah selar/tude, angkutan udara, layang/benggol, cumi-cumi, katamba, kembung, kacang panjang, bubara, baronang, bawang merah.
Tingkat inflasi kota Baubau tahun kalender (januari-agustus) -0,17 persen dan inflasi tahun ke tahun (agustus 2019 terhadap agustus 2018) 1,20 persen.
Tingkat inflasi periode yang sama agustus 2018 tercatat -2,49 persen, tahun kalender (januari-agustus 2019) sebesar 1.52 persen dan tingkat inflasi tahun ketahun untuk agustus 2018 terhadap agustus 2017 tercatat 1,74 persen.
Dari 11 kota di pulau sulawesi, 7 kota tercatat mengalami inflasi dan 4 kota deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di watampone sulawesi selatan sebesar 0,72 persen dengan IHK 134,96 dan inflasi terendah tercatat di pare-pare sulawesi selatan sebesar 0,04 persen dengan IHK 132,03. Deflasi tertinggi tercatat di Baubau Sulawesi Tenggara 2.10 persen dengan IHK 136,38 dan deflasi terendah tercatat di palopo sulawesi selatan sebesar 0,02 persen dengan IHK 136,35.
Secara nasional dari 82 kota yang menghitung inflasi, 44 kota tercatat inflasi dan 38 kota tercatat diflasi. Inflasi tertinggi tercatat di kudus jawa tengah 0,82 persen dengan IHK 144,56 dan Inflasi terendah tercatat di Tasikmalaya Jawa Barat 0,04 persen dengaj IHK 134,58, sedangkan deflasi tertinggi tercatat di Madiun jawa timur 0,04 persen dengan IHK 134,52 dan terendah pare-pare sulawesi selatan 0,04 persen dengan IHK 132,02. (po1)