Berita Terkini
Baubau

Sawah Mengering, Petani Baubau Resah

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 6 September 2019 19:02 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Sawah Mengering, Petani Baubau Resah
Salah titik sawah di Kelurahan Kampoenaho Kecamatan Bungi yang mengalami kekeringan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Para petani Padi di Kota Baubau sedang menghadapi situasi mengkhawatirkan. Lantaran hampir seluruh kawasan persawahan di Kecamatan Bungi, Lealea, dan Sorawolio sedang dilanda kekeringan.

Pihak Dinas Pertanian (Distan) Kota Baubau membenarkan keadaan tersebut. Kekeringan ini terjadi di tiga kecamatan yang menjadi lumbung padi Kota Baubau, yaitu Bungi, Lealea, dan Sorawolio.

"Total sawah tiga kecamatan itu sekitar 1.600 hektare. Saat ini hanya sawah-sawah yang punya irigasi teknis yang bisa diairi seperti di Bungi," ungkap Kepala Bidang Tanaman Pangan Distan Baubau, Marwan Maulana, di konfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (5/9).

Menurut dia, musim kemarau bukan menjadi satu-satunya penyebab petani sulit mengairi sawah. Irigasi yang kurang baik juga menjadi salah faktornya.

"Petani di Lealea dan Sorawolio tidak bisa menanam karena pematang sawah mengering. Kemudian, sebagian petani di Bungi juga tidak bisa menanam dengan alasan sama," ujarnya.

Dia menuturkan, penanggulangan kekeringan sawah ini telah dibahas bersama petani. Kesimpulannya, pengadaan pompa air menjadi alternatif untuk mendongkrak aliran air sungai yang mendangkal ke sistem irigasi sawah.

"Pompa air itu sudah ada di kelompok-kelompok tani. Selain pompa air, kita juga berencana memperbaiki parit-parit yang sudah tidak maksimal menyuplai air ke sawah," tandas Marwan.

Dampak dari kekeringan ini cukup dirasakan seorang petani Kelurahan Kampoenaho (Wonco) Bungi, Mang Diki. Dia mengaku kesulitan mengairi sawah yang dikelolanya seluas lima hektare selama beberapa pekan terakhir.

"Sawah ini punya bendungan sendiri, tapi tidak bisa dialiri lagi. Sekarang, padinya sudah berumur satu bulan lebih dan normalnya akan panen Oktober depan. Tapi, kalau begini (kekeringan) terus, hasil panen ini tidak akan baik," tukas Diki ditemui di area sawahnya, Rabu (4/9).(exa)

Bagikan