Hutan Pinus Samparona Terbakar
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - 'Si jago merah' membakar satu blok hutan pinus di kawasan bumi perkemahan Samparona Kelurahan Kaisabu Kecamatan Sorawolio, Rabu (11/9) kemarin. Belum diketahui penyebab kebakaran kawasan hutan produksi ini.
"Kami belum memastikan penyebab kebakaran di Samparona. Kami akan melakukan proses penyelidikan apa karena kesengajaan atau kelalaian," tegas Kapolsek Sorawolio, Ipda Busrol Kamal, dikonfirmasi di lokasi kebakaran.
Namun, menurut dia, sehari sebelumnya, kebakaran sempat terjadi di lokasi ini. Namun, pihaknya dibantu warga setempat berhasil meredam api.
"Kemungkinan kemarin (Selasa) itu masih ada sisa baranya. Sehingga, hari ini (Rabu) kembali terbakar," ujar mantan penyidik Polres Baubau ini.
Perwira satu balak ini mengatakan, medan kebakaran tergolong sulit. Penyebabnya, gumpalan asap tebal dan tidak adanya akses jalan besar armada pemadam kebakaran.
"Tapi, kami menyiasati dengan mengambil pompa dan selang pemadam kebakaran untuk mengambil air dari sungai kecil yang dekat dengan lokasi. Kita mulai bergerak memadamkan sejak pukul 09.00 Wita dan baru bisa mereda sekarang (sekitar pukul 12.00 Wita)," urainya.
Proses pemadaman itu, ulas dia, pihaknya berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) unit V Wakonti, Dinas Kehutanan Sultra, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Baubau.
"Memang ada beberapa pohon termasuk pinus yang ikut terbakar. Tapi, mayoritas rumput dan daun-daun," tandas Busrol.
Ditempat yang sama, Kasubag Tata Usaha KPH Wakonti, Nurdin Mardan menuturkan, total luas hutan pinus di Sorawolio 80 hektar. "Namun, blok yang terbakar ini sekitar empat hektar," terang Nurdin.
Ia menjelaskan, hutan produksi ini dipersiapkan sebagai kawasan wisata. Jenis tanaman seperti pinus yang ada didalamnya cukup mudah terbakar.
"Kita sudah mewanti-wanti masyarakat melalui kelurahan agar tidak berbuat yang bisa memantik kebakaran disini. Kami juga melakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya dan penanggulangan awal kebakaran hutan," pungkasnya.(exa)