Pantau Konflik, Kabid Kesbangpol Buton Ciptakan e-Siluman Kera

PUBLIKSATU, BUTON-Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buton membuat terobosan inovatif melalui Aplikasi unik e-Siluman Kera (Sistem Informasi Laporan Khusus Pemantauan Konflik Daerah).
Aplikasi ini diciptakan melalui proyek perubahan peningkatan partispasi masyarakat dalam pencegahan konflik yang di inisiasi kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Badan Kesbangpol Kabupaten Buton, Bambang Aprianto Madi yang juga merupakan peserta Diklat Pim III.
Aplikasi ini telah di Launching di aula Bappeda Kabupaten Buton, Kamis, 3 Oktober 2019.
kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Badan Kesbangpol Kabupaten Buton, Bambang Aprianto Madi menjelaskan Inovasi ini muncul dari keprihatinan atas banyaknya konflik sosial yang terjadi.
Ia menjelaskan Aplikasi e-siluman kera akan menjadi media pengumpulan data dan informasi kejadian dan potensi konflik di seluruh wilayah Kabupaten Buton berbasis masyarakat (deteksi dini potensi konflik).
Tujuannya agar mempermudah stakeholder terkait dalam proses pengambilan langkah antisipatif dan pencegahan dini perkembangan potensi konflik yang telah terdeteksi.
Kata dia Aplikasi e-Siluman Kera adalah aplikasi berbasis android. Aplikasi ini dapat diunduh di playstore (sedang dalam tahap hosting) atau bisa diinstal menggunakan apk esilumankera dan melakukan pendaftaran atau registrasi.
"Penggunaan aplikasi ini sangat mudah untuk dapat mengaksesnya cukup mengisi data informasi pribadi mulai dari nama panggilan, nama lengkap, NIK, alamat, email yg aktif setelah itu melakukan registrasi.apabila registrasi telah selesai maka aplikasi Siluman Kera adh dapat digunakan," ujar dia kepada publiksatu.co, Jumat (4/10/2019)
Tidak hanya itu, ia juga menjelaskan fitur andalan dari aplikasi ini adalah laporan pemantauan, dan peta konflik jalan yang terkoneksi dengan Google Map.
Menurutnya, fitur laporan pemantauan dimaksudkan untuk memberikan data/informasi kejadian yang berpotensi konflik di wilayah masing-masing, dengan mengisi seluruh format laporan yang telah disiapkan yang meliputi judul laporan, isi laporan, tangal kejadian, bukti foto,dokumentasi, secara otomatis admin langsung dapat menerima data dan informasi potensi konflik tersebut.
Selanjutnya, kata dia dikarenakan fitur peta konflik ini terkoneksi degan Google Map, pengguna aplikasi dapat mengetahui daftar dan jenis kejadian/potensi konflik di seluruh wilayah desa/kelurahan setiap kecamatan.
Terlepas dari itu, ia mengharapkan aplikasi ini dapat bermanfaat bagi daerah dan menjadi media peningkatan partispasi masyarakat dalam pencegahan konflik.
"Semoga aplikasi ini dapat membantu mewujudkan Kabupaten Buton sebagai daerah bebas konflik," harapnya.(Cro2)