Berita Terkini
Baubau

Dua Kali Kebakaran, 46 Kios di Jembatan Batu Rata dengan Tanah

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 16 November 2019 19:46 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Dua Kali Kebakaran, 46 Kios di Jembatan Batu Rata dengan Tanah
Kebakaran di Jembatan Batu Kota Baubau

PUBLIKSATU, BAUBAU – Entah apa yang melatarbelakanginya, tapi di sekitar Jembatan Batu minggu ini terjadi dua kali kebakaran. Pertama, Rabu (13/11) menghanguskan 16 kios. Kedua, Jumat (15/11) di tempat yang tidak jauh dari itu kembali terjadi kebakaran yang menghanguskan 30 kios.

Kebakaran sebelumnya terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Sementara kebakaran kedua kalinya terjadi sekitar pukul 1.30 Wita. Meski tidak ada korban jiwa, tapi dari dua kejadian ini, kios yang ludes dilalap si jago merah sudah mencapai 46 unit.

Enam unit mobil pemadam kebakaran dikerhakan dalam insiden yang terjadi tengah malam didi hari iti. Itup pun Pemadam Kebakaran sudah mendapatkan laporan dari warga yang datang langsung kekantor kantor Pemadam Kebaran setelah api sudah berkobar.

Komandan regu pleton 3 Pemadam Kebakaran Kota Baubau, Cici Ermita Saimun menjelaskan, kebakaran kedua itu lebih besar dibanding kebakaran dua hari sebelumnya.

“Kejadian tadi malam lebih parah jika dibanding dengan kebakaran dua hari yang lalu, luasannya juga kali ini jauh lebih panjang,” kata Cici.

Api dapat dipadamkan setelah pukul 03.00 Wita, dini hari, namun sekitar pukul 5.00 Wita, subuh baru semua dinyatakan aman, dan petugas Damkar meninggalkan lokasi kebakaran.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun warga sangat panik pada saat kebakaran. Utamanya bagi warga yang bermukim di belakang toko yang terbakar.

Warga yang menjual di sekitar lokasi kejadian mengaku terkejut mendengar suara ribut warga kebakaran.

“Saya tinggal di sekitar pasar Laelangi. Mendengar suara, saya keluar rumah. Saya lihat asap besar, langsung saya lari ke sini lihat,” kata Wa Ode Sitti Nur Hajija Suat (50).

Ada keajaiban yang terjadi dalam insiden tersebut, satu buah meja kayu berdiri kukuh di antara reruntuhan atau puing-puing. Dalam laci meja tersebut ada Alquran.

Di laci meja tersebut terlihat sebuah Alquran hard cover warna hijau ditumpuk bersama buku-buku Agama Islam lainnya.

Pemilik kios yang menyisakan meja berisi Alquran dan buku-buku bacaan tentang agama Islam itu adalah seorang haji pengusaha teripang. “Allahuakbar,” kata Pak haji ketika ada warga yang mengomentari meja kerjanya itu.

Kitab suci Alquran itu tidak tersentuh api sedikit pun padahal barang-barang di sekitarnya luluh lantak, termasuk barang-barang yang terbuat dari logam. (**)

Bagikan