Mobil Mewah BMW yang Tak Pernah Diproduksi Massal, Ini Penampakannya
Bagikan

PUBLIKSATU, BMW sebagai salah satu pabrikan mobil mewah asal Jerman dikenal banyak menghasilkan mobil-mobil dengan kualitas jempolan. Selain mewah, BMW juga dikenal sangat peduli terhadap sektor mesin-mesin mobilnya yang berperforma tinggi.
Di balik citra mewah dan performa mesinnya, tak banyak yang tahu kalau ada salah satu mobil BMW yang tak pernah masuk lini produksi massal sampai saat ini. Mobil tersebut sebagaimana dikisahkan oleh laman BMW Group Classic, Senin (25/11), adalah BMW 767iL Goldfisch dengan mesin V16.
Kisah ini dimulai pada 1987 silam ketika BMW memutuskan untuk mengembangkan mesin V16 yang diberi nama kode ‘Goldfisch (Goldfish)’. Mesin tersebut didasarkan pada mesin V12 yang dimiliki perusahaan kala itu dan memiliki perpindahan 6,6 liter. Itu perpindahan yang sama dengan mesin V12 yang berada di BMW M760i dan Rolls-Royce Ghost saat ini.
Hanya saja, mesin lama itu tidak memiliki turbocharger kembar dan hanya menghasilkan 402 hp (300 kW/408 PS). Kedengarannya tidak begitu banyak akhir-akhir ini, tetapi V16 merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan mesin V12 M70B50 5.0 liter yang berada di seri-7 dan mengembangkan 295 hp (220 kW/299 PS).
BMW kemudian memasangkannya di 750iL generasi E32 yang secara internal disebut 767iL Goldfisch dan ‘Secret Seven’. Mesin tersebut sangat panjang sehingga para insinyur terpaksa memasang sistem pendingin yang luas di bagasi.
Prototipe mobil memang tampak aneh yang menampilkan tampang belakang dengan lubang terbuka. Tak hanya itu, mobil tersebut di bagian belakang samping juga memiliki lekukan mirip sendok yang besar di atas roda belakang. Desain demikian untuk fungsi sirkulasi udara dan pendinginan mesin. Betapa tidak, konfigurasi mesin demikian jelas menghasilkan suhu yang tinggi.
Setelah pengembangan yang ekstensif, prototipe mobil tersebut hanya disajikan kepada lingkaran dalam perusahaan saja. Sayangnya, mereka tidak pernah memutuskan untuk meneruskan gagasan itu dan V16 tidak pernah memasuki produksi massal.
Adapun mesin V12 perusahaan saat ini, tampaknya masih hidup dalam beberapa waktu. Pasalnya, pada bulan Juni lalu, bos BMW M Markus Flasch mengatakan, dia tidak percaya melihat model dua belas silinder baru pada masa mendatang. Meningkatnya penghematan bahan bakar dan standar emisi yang tinggi diketahui mengancam eksistensi mesin V12. Hal tersebut sejalan dengan isu lingkungan dan ketersediaan bahan bakar fosil. (JP)