Proyek Menara Pantai Nirwana Disorot

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau kembali menuai kritik keras. Kali ini soal pembangunan menara pandang di Pantai Nirwana, Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari.
Proyek yang dibangun dengan dana anggaran pendapatan dan belanja derah (APBD) Baubau 2019 senilai Rp 223.748.00 itu dianggap salah penempatan. Proyek infrastruktur milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Baubau ini ditarget rampung 23 Desember 2019 mendatang.
"Sebenarnya tidak ada masalah Pemkot membangun menara pandang. Cuma penempatannya kok di pasir pantai, seperti tidak ada tempat lain. Ini sudah terlalu berlebihan," kata konsultan pariwisata Buton Exploriton, Happy VR Mamonto kepada wartawan, Minggu (24/11).
Semestinya, tutur dia, jika Pemkot Baubau ingin membangun infrastruktur di atas pasir seperti itu bukan berbentuk permanen. Sebab, bangunan permanen di atas pasir pantai itu justru rapuh, merusak keindahan pantai, dan semakin mempersempit ruang gerak wisatawan.
"Kalau di atas pasir seperti itu harusnya cukup kayu atau papan yang bisa diangkat. Kalau mau permanen, harusnya di tempat yang lebih tinggi dan struktur tanah yang lebih keras. Kenapa itu tidak ditempatkan di belakang pantai," tukasnya.
Menurutnya, pembangunan menara pandang permanen itu dikhawatirkan akan menggerus APBD. Sebab, biaya perawatannya diprediksi jauh lebih besar dari pembuatannya.
"Ini pengalaman. Saya ini pernah di Lombok. Terus terang satu-satunya di Indonesia, cuma di Baubau yang bikin menara pandang permanen di atas pasir," beber Happy.
Untuk itu, dia meminta Pemkot Baubau meninjau ulang proyek tersebut. Semua pihak harus dilibatkan mulai dari DPRD, pelaku dan konsultan pariwisata termasuk orang yang berkepentingan dengan pantai nirwana itu.
"Pemerintah tidak boleh meminta alam ikut pemerintah. Tapi, pemerintah yang harus ikut permintaan alam. Jangan terbalik seperti ini. Itu pasir sudah diciptakan Tuhan sedemikian rupa untuk dinikmati semua orang," tandasnya.
Terkait kontoversi proyek ini, pihak Pemkot Baubau belum memberikan klarifikasi. Kepala BPBD Baubau, La Ode Muslimin Hibali tidak merespon tanggapan saat dihubungi melalui telepon seluler maupun pesan WhatsApp. (exa)