Berita Terkini
Baubau

Menara Pantai Nirwana Akhirnya Dibongkar

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 26 November 2019 22:49 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Menara Pantai Nirwana Akhirnya Dibongkar

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau akhirnya merespon polemik proyek menara pandang di Pantai Nirwana Kelurahan Sulaa Kecamatan Betoambari. Kontruksi yang sudah terlanjur dibangun di atas pasir diputuskan untuk dibongkar.

Hal itu berdasarkan kesimpulan rapat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Baubau dengan instansi teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Satuan Pol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, Bagian Pembangunan Setda, Camat Betoambari, dan Lurah Sulaa, di Aula BPBP Baubau, Senin (25/11).

"Kesimpulan rapat bahwa pembangunan menara pemantau itu kita mundurkan ke belakang kurang lebih 10 meter dari lokasi awal. Jadi, pembangunan di atas pasir dihentikan dan dibongkar," ungkap Kepala BPBD Baubau, La Ode Muslimin Hibali, dikonfirmasi usai rapat.

Ia membeberkan, keputusan ini memang merugikan CV Borobudur Niaga Sakti selaku kontraktor pelaksana proyek tersebut. Sebab, sedikit tidaknya kontruksi sudah berdiri sebagian.

"Tetapi itu sudah resiko. Kita hanya ingin menjawab aspirasi masyarakat yang mengeluhkan lokasi proyek itu," imbuh Plt Kepala Dinas Dukcapil Baubau ini.

Kendati harus bangun dari awal lagi, kata dia, namun waktu pelaksanaan tidak diperpanjang. Batas pengerjaannya proyek senilai Rp 223,7 juta itu tetap sampai 23 Desember 2019.

"Itu sudah disanggupi perencana dan kontraktor. Mereka menerima untuk dipindahkan ke lokasi yang tekstur tanahnya lebih keras dan tidak kena air," tuturnya.

Ia mengakui, dalam perencanaan awal, lokasi pembangunan menara pandang itu bukan di atas pasir pantai, tetapi di depan tanah masyarakat. Namun, belakangan lokasi itu diprotes. Sehingga terpaksa dibangun di atas pasir dan belakangan juga ternyata menuai sorotan.

Dia menambahkan, pada dasarnya pembangunan menara pandang itu demi kepentingan masyarakat. Infrastruktur tersebut dipergunakan untuk memantau keadaan pantai termasuk orang-orang yang beraktivitas rekreasi di Pantai Nirwana.

"Kita semata-mata hanya untuk cepat menyelamatkan kalau ada bencana disitu. Karena sudah beberapa kalau kejadian seperti tenggelam, tidak ada yang bertanggung jawab," pungkasnya. (exa)

Bagikan