Konsumen Smartphone Menengah ke Bawah Ternyata Paling Tak Setia

PUBLIKSATU, Konsumen smartphone segmen menengah ke bawah di Indonesia ternyata paling tak setia. Hal tersebut berdasarkan data perusahaan riset IDC Indonesia terkait dengan perilaku konsumen smartphone di Tanah Air.
Market Analyst IDC Indonesia Risky Febrian mengungkapkan, terkait dengan perilaku konsumen smartphone kelas menengah ke bawah yang paling tak setia ini disebabkan karena faktor brand loyalty. Hal tersebut berbeda dengan perilaku konsumen kelas menengah ke atas sampai level flagship atau premium.
“Di mid-range persaingannya yang paling ketat. Kecenderungan brand loyalty sangat rendah sehingga konsumen akan sangat mudah terpengaruh,” ungkap Risky saat paparan bisnis Realme Indonesia di Jakarta, Jumat (29/11).
Dia melanjutkan, kesetiaan konsumen smartphone kelas menengah ke bawah akan mudah goyah dengan tawaran yang menarik yang datang dari merek-merek baru. “Ketika ada vendor datang dengan tawaran yang menarik di sisi harga dan spesifikasi, konsumen akan dengan sangat mudah berpindah,” lanjut Risky.
Pada kesempatan tersebut, Risky juga menyebut bahwa faktor yang memengaruhi ‘kesetiaan’ konsumen smartphone kelas menengah ke bawah adalah harga. Pasalnya, konsumen smartphone di Indonesia sangat sensitif dengan harga. “Orang kita sangat sensitif dengan harga. Makanya kalau ada smartphone yang harganya kompetitif dan spesifikasinya bagus, dia pasti cepat pindah,” tegas Risky.
Hal inilah yang tampaknya mengantarkan Realme, salah satu merek pendatang baru yang kini duduk di posisi empat market share Top 5 merek smartphone di Indonesia. Realme di Indonesia sendiri belum setahun hadir.
Berdasarkan data IDC, Realme disebut berhasil meraih posisi tersebut lantaran agresifitasnya. Terbukti Realme sudah menghasilkan lebih dari 10 smartphone dalam kurun waktu kurang dari setahun ini.
Seperti sudah diberitakan sebelumnya, pada Q3 tahun ini, Realme menggeser vendor smartphone lainnya, Xiaomi, yang sebelumnya bertengger di posisi keempat pada (Q2) 2019 lalu. Xiaomi kini nyungsep ke posisi lima alias posisi paling bawah berdasarkan data market share Top 5 merek smartphone periode Q3 yang dirilis lembaga riset IDC.
Berdasarkan data IDC, Realme sekarang di posisi ke-4 top smartphone di Indonesia dengan market share 12,6 persen. Pertumbuhan Realme sendiri dikatakan meningkat 900 persen dari kuartal pertama tahun ini.
Menurut data IDC, kini Xiaomi ada di posisi kelima dengan market share 12,5 persen. Perbandingan pangsa pasar kedua merek asal Tiongkok itu terbilang cukup tipis yakni hanya terpaut 0,1 persen.
Terlepas dari persaingan Realme dan Xiaomi, pada posisi ketiga berdasarkan data market share Top 5 merek smartphone di Indonesia dari IDC pada Q3 tahun ini diduduki oleh Samsung. Samsung dengan perolehan market share 19,4 persen juga merosot. Pabrikan Korea Selatan itu sebelumnya ada di posisi kedua yang kini ditempati Vivo dengan perolehan market share 22,8 persen.
Sementara berada di urutan teratas diisi oleh Oppo. Brand saudara Vivo dan Realme itu duduk dengan perolehan market share sebesar 26,2 persen. (JP)