Bisa jadi Pilot Project, Lurah Lebih Profesional

PUBLIKSATU, JANGAN pandang sebelah mata lurah. Melalui Renstrah perannya lebih strategis. Berikut penjelasan Kepala Bappeda Kota Baubau, La Ode Aswad SSos MSi kepada wartawan Buton Pos, Irwansyah Amunu.
---Apa harapannya kepada lurah dengan adanya Renstrah?
Harapan saya kepada lurah agar melibatkan masyarakatnya dalam menyusun program rencana strategi kelurahan, karena akan menjadi panduan selama lima tahun. Sebab masyaraat yang tahu, masyarakat yang akan merasakan manfaatnya. Itu dalam skala pemerintah kelurahan, dalam skala yang lebih besar lagi saya berharap inovasi dengan adanya rencana strategis kelurahan akan menjadi pilot project atau proyek percontohan bagi daerah-daerah lain yang
belum berinovasi atau belum menyusun rencana strategis di kelurahan masing-masing.
Bagi lurah dan kecamatan, baik jangka pendek maupun panjang, akan menjadi panduan, petunjuk, dan pedoman dalam menyusun program. Sehingga setiap lurah dalam menyusun Renstrah melibatkan masyarakat, undang setiap stakeholder, semua pemangku kepentingan untuk membicarakannya.
Sehingga pada kesepakatan bersama bahwa apa pun yang dibangun di kelurahan adalah kesepakatan masyarakat, dan masarakat kelurahan sendiri yang akan merasakan manfaat dari usulan-usulan yang disampaikan.
---Artinya lebih visioner karena lima tahun?
Ya.
---Cara pandang lima tahun.
Ya, lebih visioner. Dan ini juga tantangan bagi lurah mau tidak mau harus meningkatkan kapasitasnya untuk mengakomodir atau bagaimana mengorkestra para pemain atau pemangku kepentingan di kelurahan menjadi satu program dan kegiatan.
Metafornya laksana alunan musik yang indah. Sebab kendati ada gitar, suling, dan drum kalau tidak diorkestra dengan bagus, tidak akan menghasilkan musik yang maksimal.
Lebih penting lagi, adalah dokumen ini menjadi panduan, pedoman bagi pemerintah kota. Sekali lagi bukan harga mati, tapi paling tidak ada acuan. Tidak lagi menggunakan jurus apa yang tersirat, itu yang dibangun. Bukan tiba masa tiba akal, sehingga sporadis, jadinya tidak terukur.
Harapan saya sekali lagi, para lurah mau bersungguh-sungguh menyusun dokumen ini. Toh kalau ada kesulitan, Bappeda akan membantu memfasilitasi penyusunan.
Penting tadi bagi lurah ini tantangan. Tidak bisa lagi lurah bekerja dengan cara-cara masa lalu. Negara ini berubah, daerah ini berubah,tantangan makin tinggi.
Negara-negara maju sudah mengarah ke industri 4.0, sekarang malah mengarah ke 5.0. Tentu lurah sudah harus bekerja sesuai tuntutan dan perkembangan zaman. Sekarang zaman IT, saya berharap perangkat kelurahan harus meningkatkan kapasitas.
Ini juga tanggung jawab pemerintah, bahwa ada stigma kelurahan adalah tempat yang tidak bagus. Sekarang pemeritah merubah, di kelurahan adalah kumpulan pejabat yang punya kapasitas, kapabilitas, apalagi dengan anggaran yang besar tahun 2020. Ini juga tantangan bekerja profesional, tidak boleh lagi bekerja dengan cara masa lalu, tiba masa tiba akal.(*****)