Kenali 7 Tanda Anda Kurang Protein

PUBLIKSATU.CO - Peran protein begitu penting untuk tubuh manusia, sedangkan kebutuhan hariannya dari asupan makanan yang Anda konsumsi harus diperhatikan. Namun, tak semua orang bisa memenuhi kebutuhan protein harian ini. Jika terjadi terus-menerus, tubuh bisa mengalami kekurangan protein. Lalu apa saja tanda-tandanya?
Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, protein merupakan salah satu sumber energi bagi tubuh.
Protein juga dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi, seperti mengangkut oksigen, membentuk otot dan jaringan tubuh, menjadi sumber energi jika keperluannya tak dapat dipenuhi oleh karbohidrat dan lemak, membentuk antibodi, membantu koordinasi anggota gerak, dan masih banyak lagi.
"Itulah kenapa mendapatkan asupan protein yang optimal sangat penting!” tegas dr. Nadia.
Paling mudah, Anda bisa mendapatkan protein lewat telur. Selain itu, sumber protein lain bisa didapat dari sumber hewani, misalnya produk olahan susu (keju, susu, yoghurt), daging, telur, ikan, dan ayam. Bagi Anda yang vegetarian atau vegan, atau sangat membatasi produk hewani, Anda bisa memperoleh sumber protein nabati dari kacang-kacangan, gandum, sayuran dan biji-bijian.
"Kebutuhan protein orang dewasa harian adalah 1 gr/kgBB. Kebutuhan protein ini dapat diperoleh melalui asupan gizi yang seimbang," kata dr. Nadia.
Yang terjadi pada tubuh saat kekurangan protein
Entah karena pola makan tertentu atau alasan lainnya, seseorang bisa mengalami defisiensi protein akibat tak bisa mencukupi kebutuhan protein setiap hari, apalagi jika ini berlangsung secara terus-menerus.
Untuk mengetahui Anda mengurangi kekurangan protein atau tidak, tak perlu harus cek laboratorium. Ada tanda-tanda pada tubuh yang bisa Anda kenali.
1. Pembengkakan
Salah satu tanda paling umum bahwa Anda tidak mendapatkan cukup protein adalah adanya pembengkakan atau edema. Pembengkakan ini biasanya terjadi di perut, kaki, dan tangan. Penjelasan paling mungkin mengenai penyebabnya adalah protein yang bersirkulasi dalam darah atau albumin, yang menjaga agar cairan tidak menumpuk di jaringan bekerja tidak maksimal.
2. Perubahan suasana hati
Otak mengandalkan neurotransmiter untuk menyampaikan informasi antarsel. Faktanya, banyak neurotransmiter yang terbuat dari asam amino, yang merupakan bahan pembangun protein.
Jadi, kekurangan protein dalam pola makan berarti tubuh tak mampu menciptakan jumlah neurotransmiter secara cukup. Hal tersebut bisa mengubah cara kerja otak. Pada kondisi ini, dengan kadar dopamin dan serotonin yang rendah misalnya, Anda bisa merasa depresi atau telalu agresif.