Jangan Sepelekan Bronkitis, Ini Bahayanya
Bagikan

PUBLIKSATU.CO, JAKARTA - Bronkitis adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya jika tidak diobati. Studi menyebut, 1 dari 20 orang dewasa mengalami bronkitis. Ada pula yang tak sadar punya bronkitis, sehingga tak mendapatkan penanganan yang semestinya.
Mengenal penyakit bronkitis: pengertian, jenis, dan gejalanya Bronkitis adalah penyakit pada saluran napas yang ditandai dengan peradangan pada bronkus.
Secara anatomi, bronkus merupakan cabang dari tenggorokan yang bersambung dengan paru-paru kanan dan kiri. Dalam hal ini, dinding bronkus memproduksi lendir sebagai mekanisme pertahanan tubuh untuk menangkap debu atau partikel lain yang dapat menyebabkan iritasi.
Ketika mengalami bronkitis, iritasi dan peradangan membuat dinding bronkus memproduksi lebih banyak lendir. Tubuh kemudian akan berusaha mengeluarkan kelebihan lendir ini melalui mekanisme batuk.
Pada bronkitis, terjadi gangguan pertukaran udara dari dan ke paru-paru.Hal tersebut dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti:
• Batuk berdahak yang berlangsung selama lebih dari dua minggu. Dahak bisa berwarna kuning, hijau, atau bercampur dengan darah.
• Nyeri tenggorokan.
• Demam, biasanya tidak terlalu tinggi.
• Meriang dan menggigil.
• Sesak napas.
• Nyeri dada.
• Sakit kepala.
• Nyeri sendi.
• Hidung berair atau tersumbat.
• Nyeri dada atau perut karena terus-terusan batuk.
• Kelelahan.
Bronkitis dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
1. Bronkitis akut
Bronkitis akut adalah jenis bronkitis yang berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.
Biasanya, jenis bronkitis ini disebabkan oleh infeksi virus (misalnya virus influenza, parainfluenza, dan adenovirus) atau infeksi bakteri (seperti bakteri Mycoplasmasp., Chlamydiapneumoniae, dan Haemophilusinfluenzae).
Demam sering menjadi salah satu gejala yang membedakan antara bronkitis akut dan kronis.
2. Bronkitis kronis
Bronkitis kronis umumnya ditandai dengan batuk berdahak yang dialami selama lebih dari tiga bulan dan sering terjadi berulang.
Tak seperti bronkitis akut yang umumnya disebabkan karena infeksi, penyebab bronkitis kronik yang paling sering adalah asap rokok. Bukan hanya perokok aktif, tetapi orang-orang yang terus-terusan berada dalam lingkungan yang penuh asap rokok (perokok pasif) juga berisiko mengalaminya.
Selain karena rokok, bronkitis kronis juga bisa disebabkan oleh paparan polusi udara secara terus-menerus.
Gejala bronkitis mirip dengan penyakit saluran napas lainnya. Untuk diagnosis, perlu pemeriksaan oleh dokter. Nantinya, dokter akan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik, termasuk mendengarkan bunyi napas melalui stetoskop.