Rusun ASN Mirip Apartemen akan Disewakan Rp 300 Ribu
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Rumah Susun (Rusun) khusus Aparatur Sipil Negara (ASN) di kawasan Palagimata memang belum juga difungsikan. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau sudah menyiapkan skema sewa per unit bangunan bertingkat yang dibangun 2018 itu.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Baubau, Yulia Widiarti, mengatakan, pengoperasian Rusun yang menelan APBN sebesar Rp 16 miliar lebih itu masih menunggu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyerahkan aset tersebut ke Pemkot Baubau.
"Kuncinya masih di kementerian. Makanya, awal-awal tahun 2020 ini, kita akan coba koordinasikan kembali untuk percepatan-percepatan penyerahan aset itu. Kita tidak ingin dibiarkan terlalu lama, karena sudah kelar," ujar Yulia, dikonfirmasi di ruang kerjanya, kemarin.
Rusun tersebut, urai dia, bangunan tiga tingkat terdiri dari 50 unit rumah yang peruntukkan khusus bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Setiap unitnya terdapat dua kamar, satu ruang tamu dan dapur serta dilengkapi mobiler.
"Jadi, itu Rusun seperti apartemen. Setiap unit bangunannya itu tipe 36. Sekarang ini pihak Satuan kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) provinsi juga terus melengkapi kekurangan mobilernya," terangnya.
Ia mengakui, Rusun tersebut belum tersedia air bersih. Pihaknya sempat melakukan pengeboran sumur, namun bor sudah patah saat belum menemukan air di kedalaman sekitar 50 meter.
"Tapi, kita masih terus mencari sumber air lagi untuk membuat sumur bor di sekitar Rusun itu. Yang jelas sekarang ini untuk listriknya sudah ada, sisa airnya yang masih susah," ungkapnya.
Dia membeberkan, pihaknya memasang tarif sewa bangunan itu Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu per unit. "Makin tinggi tingkatnya, maka sewanya juga lebih murah," tambahnya.(exa)