Pedagang Wameo Rela Direlokasi ke Los Lama
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau berencana menata aktivitas jual-beli pasar Wameo Kecamatan Batupoaro. Para pedagang yang menjual di pinggir jalan dan trotoar akan direlokasi ke los lama.
Los tersebut pernah mengalami kerusakan kecil pada bagian atap akibat terjangab angin puting beliung 2017 lalu. Pasca kejadian itu, pedagang ikan dan sayur kemudian memanfaatkan tepi-tepi jalan di sekitar los.
Bangunan tersebut belum kunjung difungsikan lagi sejak tuntas direnovasi pada 2018 lalu. Faktanya, hingga awal 2020, para pedagang masih menyesaki di sepanjang bahu jalan dan trotoar.
"Kita ingin menata, menertibkan penjual di pasar Wameo untuk masuk ke los. Seperti kita lihat sekarang ini, banyak yang menjual di trotoar dan mengganggu arus lalu lintas," kata Sekretaris Kota Baubau, Roni Muhtar disela-sela peninjauan pasar Wameo, Rabu (15/1).
Hanya saja, Plt Kepala BKPSDM Baubau ini belum menyebutkan waktu pelaksanaan penertiban pedagang tersebut. "Kita ingin pemindahan bisa dilakukan dalam waktu dekat," imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang ikan, Edy Donggeng Daeng Ngasa mengaku mayoritas pedagang di bahu-bahu jalan pada dasarnya bersedia direlokasi. Mereka tak khawatir nilai pendapatannya menurun bila berjualan di dalam los pasar.
"Kita juga ingin kota ini indah. Kasihan juga taman di pinggir laut itu sudah jadi tempat jualan. Fasilitas itu menjadi mubazir kalau begini terus. Intinya kita sudah siap pindah ke dalam," tutur Edy.
Dia memperkirakan saat ini ada ratusan pedagang yang berjualan di pinggir jalan dan trotoar dekat los pasar Wameo. "Hari ini pun kita sudah siap dipindahkan ke dalam los, kita tunggu arahan dari Pemkot Baubau" tandasnya.(exa)