Badan Kurus, Penyakit Bayi Damar Masih Misteri
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Seorang balita, Damar menderita kondisi tubuh yang mencemaskan. Bayi asal Batu Atas Kabupaten Buton Selatan (Busel) ini kurus kering disertai mata dan pipi cekung.
Damar menjalani rawat inap di ruang Anggrek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palagimata Kota Baubau. Tubuhnya yang terkulai lemas dan alat pernapasannya dibantu dengan selang oksigen.
Derita Damar mendapat perhatian dan kunjungan dari Kapolres Baubau, AKBP Zainal Rio Candra Tangkari, Rabu (29/1) kemarin. Damar diindikasikan sedang mengidap gizi buruk.
Sang paman, La Dami menceritakan, Damar mengalami sakit keras ini sekitar tiga bulan. Mulanya sakit perut, tidak berselang lama, kemudian muntah ulat.
"Kemudian, demam, berak-berak dan batuk disertai muntah. Demam, batuk, berak-berak dan muntah ulat besar-besar ini silih berganti. Padahal, waktu lahir sampai satu tahun lebih, dia ini sehat dan lumayan montok," ungkap Dami, dikonfirmasi di RSUD Palagimata, kemarin.
Kata dia, kondisi terparah terjadi sepekan lalu. Saat itu, Damar jatuh kurus, mata dan pipi menjadi cekung bahkan nafas sempat terputus.
Ia menuturkan, sebelum dibawa di RSUD Baubau, Damar terlebih dahulu dirawat di Puskesmas di Batu Atas. Namun, perawatan dan obat yang diberikan tidak membuahkan kesembuhan yang maksimal.
"Nanti, tiga hari lalu (Senin, 27 Januari 2020) kemarin kita bawa di RSUD Baubau ini. Badan memangnya masih kurus, tapi sudah agak mendingan dibanding sebelumnya tinggal tulang," ulasnya.
Ia mengakui, Damar menjalani perawatan sebagai pasien umum. "Dia Tidak ada (kartu) Badan Penyelenggara Jaminan BPJS-nya," pungkasnya.
Sampai saat ini keluarga pasien belum mendapat informasi terkait penyakit yang diderita Damar. Direktur RSUD Baubau, dr Nuraerni Djawa dan Humas RSUD Baubau, Bariki sama-sama belum memperoleh hasil diagnosis kesehatan Damar.
"Saya belum bisa jawab, karena saya belum tahu persis juga pasien mana. Nanti saya tanyakan di bagian pelayanan ya," tukas dr Nuraerni Djawa, dikonfirmasi via telepon seluler, kemarin.(exa)