Kerinduan Tiga Tahun Terbayarkan, Air Mata Umar Samiun Tak Terbendung
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Setelah tiga tahun lamanya dalam Lapas Sukamiskin, kini Umar Samiun kembali menghirup udara segar dan kembali ke tanah kelahirannya di tanah Buton Sulawesi Tenggara, kamis (30/01/2020).
Kedatangan mantan Bupati Buton tersebut disambut oleh ribuan massa dari berbagai daerah. Ribuan masyarakat yang menunggu kedatangan Bapak dengan jargon Kocuhu kacia itu terlihat sangat antusias.
Dari pantauan publiksatu.co, sejak pukul 09.00 Wita massa sudah mulai memadati kawasan bandara Betoambari sedangkan pesawat yang ditumpangi Umar Samiun tiba sekirar pukul 12.00 Wita.
Mantan Bupati Buton tersebut tidak menyangka jika kedatangannya akan disambut meriah oleh ribuan masyarakat yang membuat dirinya sempat terharu dan meneteskan air mata.
"Saya tidak sangka mau disambut begini, kerinduan saya selama tiga tahun lamanya akhirnya terbalaskan hari ini," ungkapnya di depan seluruh masyarakat yang menjemputnya.
Kedantangan Umar Samiun tersebut juga disambut oleh beberapa tokoh diantaranya Bupati Buton, dan mantan Bupati Muna juga disambut oleh keluarga besarnya diantaranya adik kandungnya yang juga merupakan anggota DPRD Kota Baubau, Roslina Rahim.
Dengan mengenakan kaos hitam berkampurui dan mengenakan sarung buton, umar samiun terlihat mendekap beberapa kerabat dan masa pendukungnya sambil terharu, tiada kata yang keluar dari mulutnya selain kata ucapan terimakasih yang sempat beberapa kali ia ucapkan.
"Tidak ada kata yang bisa saya ucapkan selain kata terimakasih atas penghargaan yang berikan kepada saya, akhirnya rasa rindu saya bisa terbalaskan," Ucapnya.
Beberapa masa yang menjemputnya juga sempat meneteskan air mata akibat kerinduan selama tiga tahun lamanya. Bahkan sempat terucap dari seorang penjemput meneriakan sang legendaris kita kembali.
"Legendaris kita kembali, paman soma akhirnya pulang," teriak salah seroang warga.
Setelah penyambutan tersebut, Umar Samiun akhirnya di Arak oleh seluruh para penjemputnya menuju kediaman orang tuanya di tanah abang kelurahan wangakanapi kecamatan Wolio. (Po1)