DP2KB Baubau Genjot Penggunaan KB
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pertumbuhan penduduk di Kota Baubau belum seimbang. Hal ini berdasarkan Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total masih di angka 2,5.
Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Baubau masih perlu menurunkan TFR menjadi 2,1-2,2 sebagaimana target nasional. TFR adalah jumlah rata-rata yang dilahirkan seorang ibu.
"Setiap wanita Kota Baubau itu rata-rata melahirkan 2,5 dalam setiap tahun. Tapi angka ini bukan berarti setiap wanita melahirkan dua setengah anak," ulas Kepala DPPKB Baubau, Suarmawati, di ruang kerjanya, kemarin.
Dengan demikian, kata dia, pihaknya masih perlu menurunkan TFR sebesar 0,3. Sebab, idealnya seorang wanita itu melahirkan dua anak atau bila dirata-ratakan 2,1.
"Jadi, Pekerjaan Rumah (PR) kita masih tinggi untuk mencapai target nasional. Kita akan upayakan bisa menurunkan TFR ini secara bertahap, karena tidak mungkin secara sporadis langsung diturunkan tahun ini juga," ujarnya.
Olehnya itu, beber dia, pihaknya terus mengintensifkan penyuluhan program Keluarga Berencana (KB) dengan metode kontrasepsi jangka panjang. Kemudian, melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama untuk sosialisasikan KB demi kesehatan ibu dan anak.
"Memang sekarang ini tidak mudah mendorong masyarakat untuk mengikuti KB. Karena masih ada sebagian warga yang memiliki pola pikir bahwa banyak anak, banyak rezeki," tandas Suarmawati.(exa)