Berita Terkini
Baubau

Legislator Resah Atas Kondisi Keamanan Baubau

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 29 Februari 2020 13:57 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Legislator Resah Atas Kondisi Keamanan Baubau

PUBLIKSATU, BAUBAU - Sejumlah anggota DPRD Kota Baubau mengungkap keresahannya atas fenomena sosial beberapa hari terakhir. Para wakil rakyat itu merasa risau dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di beberapa titik belakangan ini.

Legislator mencurahkan unek-uneknya itu di sela-sela rapat paripurna persetujuan dua rancangan peraturan daerah (Raperda) di Gedung DPRD Baubau, Jum'at (28/2). Kebetulan agenda hari itu turut dihadiri para pemangku kebijakan, diantaranya Wali Kota AS Tamrin, Kapolres AKBP Zainal Rio Candra Tangkari, dan Dandim 1413/Buton Letkol Inf Arif Kurniawan.

La Ode Sahrun merupakan salah seorang legislator yang paling resah atas kondisi Kamtibmas saat ini. Bagaimana tidak, peristiwa tewasnya seorang pemuda Kanakea beberapa waktu lalu seolah-olah dikaitkan dengan kelompoknya.

"Jujur hari ini, keluarga termasuk istri saya tidak pernah tenang. Karena ada isu yang beredar bahwa pembunuhan yang terjadi di Kanakea itu pelakunya adalah teman-teman saya. Padahal, kami tidak tahu apa-apa," ungkap Sahrun.

Dengan nada sedih disertai lantang, Ayub-sapaan akrab La Ode Sahrun meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus tersebut. "Sehingga, kita bisa tahu siapa pelaku dan apa sebenarnya yang terjadi," tandasnya.

Sementara itu, Legislator Hanura, La Ode Yasin juga meresahkan ada aksi blokade jalan di beberapa titik Kota Baubau beberapa hari lalu. Jika dibiarkan, maka kondisi ini bisa membentuk opini di luar bahwa Baubau tidak kondusif.

"Akhir-akhir kita cukup terganggu dengan suasana Kamtibmas yang tidak kondusif di Kota Baubau. Situasi ini sangat mempengaruhi kerja pemerintah maupun aktivitas masyarakat mulai dari sosial, ekonomi, investasi maupun budaya," tutur Yasin.

Untuk itu, mantan Wakil Ketua DPRD Baubau ini menyarankan Wali Kota, Kapolres, Dandim, dan semua elemen untuk membuat langkah-langkah progresif dalam menciptakan kondusifitas keamanan. "Sehingga aktivitas masyarakat berjalan dengan baik," pungkasnya.

Masih tempat yang sama, Legislator PKS, La Ode Abdul Tamim meminta pihak berwenang menangkal peredaran informasi bohong alias hoax terkait kejadian kriminal. "Karena hoax ini dapat memicu persoalan baru," tambahnya.

Semalam (28/2) situasi lingkungan Kanakea kembali memanas. Dua kelompok pemuda saling serang di kawasan eks Buton Teater dengan menggunakan alat tajam dan batu di Jalan Sultan Murhum.

Aksi tawuran pecah sekitar pukul 20.00 Wita, terlihat sejumlah pemuda dengan menggunakan masker dan memegang alat tajam saling berteriak satu sama lain dan mengayunkan senjata.

Sekitar pukul 20.15 Wita, Pihak kepolisian berada di lokasi kejadian untuk membubarkan aksi tawuran. Terdengar lima kali bunyi suara tembakan peringatan. (exa)

Bagikan