RONI MUHTAR: Baubau Smart City, SDM Harus Digenjot
Bagikan

PUBLIKSATU, SEKRETARIS Kota Baubau Dr. Roni Muhtar, M.Pd,
terus berinovasi untuk meningkatkan kapasitas
birokrat. Sejalan dengan perkembangan dunia yang
berada pada fase industri 4.0. Bergerak sangat
cepat, begitupun dengan dinamika masyarakat.
Berikut beberapa gagasannya yang diutarakan pada
media ini.
---Bapak tak jemu mengingatkan pada berbagai
forum tentang pelayanan ASN Kota Baubau kepada
masyarakat. Apakah karena Tupoksi Sekot? Ataukah
lebih jauh lagi?
Ada benarnya, tapi ini bukan sekadar persoalan
Tupoksi seorang Sekretaris Kota.
Di zaman seperti bukan saja adaptasi ASN pada
dinamika zaman, tetapi perubahan harus terjadi
hingga publik dan warga Kota Baubau umumnya
memperoleh pelayanan lebih prima.
Paling penting diketahui, bila saat ini zaman
percepatan, bukan zaman perlambatan.
Perlu membangun sistem tata kerja baru. Bila itu
terjadi, Insha Allah warga akan senang.
---Bukankah ASN sudah punya Tupoksi?
Kerangka pikirnya seperti itu, dan pasti
jabarannya harus lebih detail dan tepat sasaran.
Sasarannya seperti apa? Intinya ada dikemudahan
pelayanan.
Tupoksi itu pasti harus terpenuhi dengan baik,
namun sistem kerja baru dimaknai sebagai sebuah
lompatan berpikir untuk melahirkan inovasi yang
bersesuaian dengan zaman teknologi informasi
saat ini.
---Bukankah sejak dulu para pembesar ASN
termasuk para kepala daerah diberbagai daerah
melakukan hal serupa?
Intinya dalam bekerja harus ada standar
pelayanan. Kami di Kota Baubau mengingatan bila
ada yang disebut dengan Total Quality
Management.
Singkatnya; kita ASN adalah pelayan, warga
adalah raja. Dalam melayani, semua harus cepat,
profesional, ramah, murah senyum. Agar warga
yang terlayani tidak merasa kesusahan.
Disini, koordinasi antar instansi harus bejalan,
tak boleh ada ego sektoral. Saya mencontohkan
pemberian izin, KTP; KK harus cepat jadi, kan
teknologi sudah mendukung. Warga tidak boleh
bolak balik dari rumah ke kantor, hanya karena
sesuatu yang harusnya cepat.
Tahun ini kita mengarahkan Kota Baubau sebagai
kota berciri smart city, kota yang cerdas
mengelola pelayanan dengan percepatan teknologi.
Tetapi ingat jangan sampai teknologi malah
memperlambat. Itu artinya kesiapan SDM aparatur
juga harus digenjot.
----Bagaimana dengan kendala yang bakal muncul
nanti? Sebab dimungkinkan banyak variabelnya?
Harus optimis, agar warga juga optimis terlibat
dalam proses pembangunan di daerah, pikiran-
pikiran pesimis kita buang jauh-jauh. Semua OPD
di Kota Baubau harus respon time. Pemkot Baubau
ingin segera melakukan itu, kalau itu terbangun
warga kita akan senang. Karena itu infrastruktur
komunikasinya juga harus terbangun cepat.
Perencanaan pembangunan harus mengarah ke sana.
----Bentuknya?
Simpelnya, ASN dan perangkat Kota Baubau lainnya
harus cepat dalam merespon keluhan dan aduan
warga. Bila ada aduan, jangan langsung
dipersepsi sebagai hal negatif. Sebab bila itu
terjadi maka kita hanya bisa melakukan counter
attack.
----Rilnya seperti apa?
Lihatlah aduan dan keluhan itu dalam perspektif
positif. Perpres No 76 tahun 2013, aduan menjadi
bahan evaluasi pada ketidaksesuaian standar
pelayanan publik; bahan evaluasi pada pengabaian
kewajiban oleh penyelenggara negara; dan
evaluasi pada pelanggaran larangan oleh
penyelenggara layanan.
Kami sebagai Sekretaris Kota, dan kepemimpinan
di kota ini memiliki komitmen besar dan kuat
untuk itu.
ASN harus punya etos kerja yang kuat, komitmen
dan integritas kerja. Kita semua harus menjadi
pelayan yang baik, warga yang datang harus
nyaman, merasa terlayani dengan baik. Urusan
warga, hari itu juga harus selesai. Harus ada
interaksi komunikasi yang berkesinambungan.
Informasi dari warga harus terserap cepat. RT,
RW, lurah harus membuat grup WA dengan warganya.
Sampai ke atas seperti itu, dan memastikan
komunikasi berfungsi.
---Apakah Pemkot serius melakukannya?
Kami wajib lebih cepat.(*****)