Berita Terkini
Baubau

RONI MUHTAR: Baubau Smart City, SDM Harus Digenjot

Oleh Redaksi Publiksatu / Andre · Sabtu, 29 Februari 2020 14:25 WIB · 3 menit baca
Bagikan
RONI MUHTAR: Baubau Smart City, SDM Harus Digenjot

PUBLIKSATU, SEKRETARIS Kota Baubau Dr. Roni Muhtar, M.Pd,

terus berinovasi untuk meningkatkan kapasitas

birokrat. Sejalan dengan perkembangan dunia yang

berada pada fase industri 4.0. Bergerak sangat

cepat, begitupun dengan dinamika masyarakat.

Berikut beberapa gagasannya yang diutarakan pada

media ini.

---Bapak tak jemu mengingatkan pada berbagai

forum tentang pelayanan ASN Kota Baubau kepada

masyarakat. Apakah karena Tupoksi Sekot? Ataukah

lebih jauh lagi?

Ada benarnya, tapi ini bukan sekadar persoalan

Tupoksi seorang Sekretaris Kota.

Di zaman seperti bukan saja adaptasi ASN pada

dinamika zaman, tetapi perubahan harus terjadi

hingga publik dan warga Kota Baubau umumnya

memperoleh pelayanan lebih prima.

Paling penting diketahui, bila saat ini zaman

percepatan, bukan zaman perlambatan.

Perlu membangun sistem tata kerja baru. Bila itu

terjadi, Insha Allah warga akan senang.

---Bukankah ASN sudah punya Tupoksi?

Kerangka pikirnya seperti itu, dan pasti

jabarannya harus lebih detail dan tepat sasaran.

Sasarannya seperti apa? Intinya ada dikemudahan

pelayanan.

Tupoksi itu pasti harus terpenuhi dengan baik,

namun sistem kerja baru dimaknai sebagai sebuah

lompatan berpikir untuk melahirkan inovasi yang

bersesuaian dengan zaman teknologi informasi

saat ini.

---Bukankah sejak dulu para pembesar ASN

termasuk para kepala daerah diberbagai daerah

melakukan hal serupa?

Intinya dalam bekerja harus ada standar

pelayanan. Kami di Kota Baubau mengingatan bila

ada yang disebut dengan Total Quality

Management.

Singkatnya; kita ASN adalah pelayan, warga

adalah raja. Dalam melayani, semua harus cepat,

profesional, ramah, murah senyum. Agar warga

yang terlayani tidak merasa kesusahan.

Disini, koordinasi antar instansi harus bejalan,

tak boleh ada ego sektoral. Saya mencontohkan

pemberian izin, KTP; KK harus cepat jadi, kan

teknologi sudah mendukung. Warga tidak boleh

bolak balik dari rumah ke kantor, hanya karena

sesuatu yang harusnya cepat.

Tahun ini kita mengarahkan Kota Baubau sebagai

kota berciri smart city, kota yang cerdas

mengelola pelayanan dengan percepatan teknologi.

Tetapi ingat jangan sampai teknologi malah

memperlambat. Itu artinya kesiapan SDM aparatur

juga harus digenjot.

----Bagaimana dengan kendala yang bakal muncul

nanti? Sebab dimungkinkan banyak variabelnya?

Harus optimis, agar warga juga optimis terlibat

dalam proses pembangunan di daerah, pikiran-

pikiran pesimis kita buang jauh-jauh. Semua OPD

di Kota Baubau harus respon time. Pemkot Baubau

ingin segera melakukan itu, kalau itu terbangun

warga kita akan senang. Karena itu infrastruktur

komunikasinya juga harus terbangun cepat.

Perencanaan pembangunan harus mengarah ke sana.

----Bentuknya?

Simpelnya, ASN dan perangkat Kota Baubau lainnya

harus cepat dalam merespon keluhan dan aduan

warga. Bila ada aduan, jangan langsung

dipersepsi sebagai hal negatif. Sebab bila itu

terjadi maka kita hanya bisa melakukan counter

attack.

----Rilnya seperti apa?

Lihatlah aduan dan keluhan itu dalam perspektif

positif. Perpres No 76 tahun 2013, aduan menjadi

bahan evaluasi pada ketidaksesuaian standar

pelayanan publik; bahan evaluasi pada pengabaian

kewajiban oleh penyelenggara negara; dan

evaluasi pada pelanggaran larangan oleh

penyelenggara layanan.

Kami sebagai Sekretaris Kota, dan kepemimpinan

di kota ini memiliki komitmen besar dan kuat

untuk itu.

ASN harus punya etos kerja yang kuat, komitmen

dan integritas kerja. Kita semua harus menjadi

pelayan yang baik, warga yang datang harus

nyaman, merasa terlayani dengan baik. Urusan

warga, hari itu juga harus selesai. Harus ada

interaksi komunikasi yang berkesinambungan.

Informasi dari warga harus terserap cepat. RT,

RW, lurah harus membuat grup WA dengan warganya.

Sampai ke atas seperti itu, dan memastikan

komunikasi berfungsi.

---Apakah Pemkot serius melakukannya?

Kami wajib lebih cepat.(*****)

Bagikan