Risiko Pasien Covid-19 dengan Hipertensi Berlipat Ganda
Bagikan

PUBLIKSATU – Pasien Covid-19 yang kritis atau meninggal umumnya didominasi dengan riwayat penyakit komorbit yang mendasarinya. Salah satunya adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Penyakit ini juga bisa memicu komplikasi lainnya seperti stroke, jantung dan gagal ginjal.
President Indonesian Society of Hypertension (InaSH) atau Perhimpunan Dokter Hipertensi (PERHI) dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, FINASIM mengingatkan, pasien hipertensi untuk waspada dan rutin memeriksa tekanan darah. Terlebih lagi di tengah kondisi
pandemi Covid-19 seperti sekarang.
Pedoman American Heart Association (AHA) mencatat, bahwa orang dengan tekanan darah tinggi bisa jadi akan menghadapi risiko komplikasi lebih parah jika mereka terinfeksi virus Covid-19. Data temuan pasien Covid-19 yang meninggal di Indonesia juga menunjukkan mereka paling banyak mengidap penyakit hipertensi dengan komorbiditas penyakit kronis lainnya seperti penyakit jantung, ginjal, diabetes hingga stroke.
“Dalam masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, kami mengimbau agar masyarakat lebih peduli untuk secara teratur melakukan PTDR dan apabila pada pasien hipertensi muncul gejala awal Covid-19 seperti meningkatnya suhu tubuh, sesak napas, batuk kering, segera berkonsultasi kepada dokter,” kata President Indonesian Society of Hypertension (InaSH) atau Perhimpunan Dokter Hipertensi (PERHI) dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, FINASIM dalam keterangan tertulis, Minggu (17/5).
Sementara itu, Dokter Spesialis Saraf dr. Amanda Tiksnadi, Sp.S (K), mengungkapkan laporan-laporan yang ada menyebutkan bahwa sekitar 35 persen pasien covid-19 merupakan pengidap hipertensi, diabetes, maupun penyakit kardiovaskular lainnya. Selain itu juga dilaporkan bahwa pengidap penyakit-penyakit tersebut memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi dan menunjukkan gejala yang lebih berat bila terinfeksi Covid-19.
“Selain komplikasi saluran pernapasan, infeksi Covid-19 juga menyebabkan berbagai komplikasi langsung di jantung, otak dan ginjal seperti diantaranya serangan jantung, stroke, gagal ginjal akut” kata dr. Amanda Tiksnadi.
Selain itu, umum juga terjadi sindrom pengentalan dan penyumbatan pembuluh darah, infeksi bakteri dan atau jamur lain, kerusakan otot dan saraf tepi serta proses autoimun yang tentunya memperburuk prognosis. Oleh karena itu, kata dia, dapat dipahami seorang penderita hipertensi yang terinfeksi Covid-19 memiliki faktor risiko berlipat ganda untuk mengalami kerusakan organ multiple. Yaitu risiko HMOD (Hypertension-mediated organ damage) akibat hipertensi itu sendiri ditambah dengan risiko komplikasi infeksi covid-19 yang menyerang organ target.