Fatar: Satgas Covid-19 tidak Kelola Anggaran
Bagikan

PUBLIKSATU.BAUBAU-
Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Pemkot Baubau tuntas melakukan refocusing dan relokasi anggaran. Tidak tanggung-tanggung, dari belanja modal 47,38 persen, dan
barang jasa 40,87 persen.
Kepala BPKAD Kota Baubau, Abdul Fatar menerangkan belanja langsung dalam APBD Baubau tahun 2020 sebelum refocusing sebanyak Rp 594 miliar. "Sekarang untuk belanja langsung jadi Rp 373,656 miliar, refocusing sebesar Rp 220,727 miliar," terangnya di ruangannya, Jumat (15/5) lalu.
Fatar mengulas dampak pandemi mengakibatkan pemotongan dana transfer dari pusat sebesar Rp 78,40 miliar untuk DAU dan DAK. Termasuk dana bagi hasil dan PAD.
Dikatakan, kini alokasi anggaran pos belanja tidak tetap (BTT) sebesar Rp 110,955 miliar. Dananya untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 69 miliar dan selain itu, Rp 41,955 miliar.
Lebih rinci, kata Fatar, BTT bidang kesehatan (Rp 44 miliar), ekonomi (Rp 5 miliar), dan jaring pengaman sosial (JPS) (Rp 20 miliar).
Bukan hanya dalam bentuk anggaran, Fatar mengaku pihak Pemkot juga mengambil kebijakan stimulus bidang ekonomi untuk meringankan beban masyarakat. Diantaranya, pembebasan retribusi semua pasar tradisional yang dikelola pemerintah. Penundaan pembayaran pajak restoran, dan pembebasan sewa Rusunawa.
"Penghapusan denda PBB mulai penyerahan dari KPP Pratama. Hanya pokoknya yang dibayar. Jatuh tempo pembayarannya juga diundur dari 30 September jadi 15 Desember," terangnya.