Amirul Tamim: Berbasis Desa, Bengkokan Kurva
Bagikan

PUBLIKSATU.BAUBAU-Menghentikan laju peningkatan penderita dan penyebaran Covid-19, anggota DPD RI asal Sultra, Dr H MZ Amirul Tamim menyarankan penanganan berbasis desa.
Mantan anggota Komisi II DPR RI ini mengulas awal Maret negara kita sudah terserang terserang wabah Covid-19. Sehingga beberapa paket kebijakan diambil termasuk PSBB.
"Yang sekarang kita pelajari kurva-kurva untuk melihat tren kasus ini, kelihatannya semua daerah sudah kena. Termasuk kita di Sulawesi Tenggara. Dan terakhir Sulawesi Tenggara ini cukup mengejutkan bagi kita. Meningkat terus,
belum bengkok kurvanya," bebernya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, perlu segera disikapi. Apakah pola penanganan, strategi yang kita gunakan sekarang ini tepat. Termasuk menerapkan strategi yang dipolakan pusat sampai ke daerah ternyata tidak efektif.
Bagaimana efektifnya? "Itu yang ingin saya sarankan kepada pemerintah provinsi melalui gubernur. Mungkin ada pola yang kita perlu pertimbangkan bersama. Yang saya tawarkan yaitu pola berbasis desa, penanganan berbasis desa. Berbasis desa, bengkokan kurva," jawabnya.
Mantan Wali Kota Baubau dua periode ini menerangkan secara teknis dengan membuat skedul, timing yang tepat dengan berapa tahap. Pertama, tahap persiapan, merumuskan bagaimana langkah kebijakan yang akan ditempuh. Waktunya seminggu.
Kemudian tahap pelaksanaan, bisa mengambil sesuai kaidah penanganan Covid-19, 14 hari waktu isolasi. "Serentak 14 hari tidak ada yang keluar," tegasnya.