Berkutu, Warga Kembalikan Beras Bansos
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Sembako senilai Rp 500 ribu dari Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau kembali menuai masalah. Warga merasa kecewa salah satu isi bantuan dampak wabah Covid-19 itu adalah beras seberat 36 Kg kualitas rendah dan yang jauh dari kata layak.
Kejadian ini dialami La Saleh, seorang warga Kelurahan Wangkanapi Kecamatan Wolio. Keluarga penerima manfaat ini kebagian beras bantuan yang bersumber dari APBD Kota Baubau itu, Jum'at (19/5).
"Beras ini cocoknya dimakan hewan ternak, bukan manusia. Kami sangat kecewa dengan beras bantuan ini," ungkap La Saleh.
Kekecewaan tersebut lantaran dia mengetahui beras yang disalurkan Pemkot Baubau itu berkutu. Parahnya lagi, beras itu berbau, berwarna kehitam-hitaman dan berdebu.
Realitas ini, menurut dia, tidak sesuai dengan informasi yang digembar-gemborkan bahwa beras kepala dengan kualitas paling baik. Sehingga, dirinya pun menganggap Pemkot Baubau tidak menunjukkan perhatian serius dalam mengatasi kelesuan ekonomi masyarakat akibat pandemik Virus Corona ini.
"Paling ini harga perkilonya mungkin tidak cukup Rp 9 ribu, bukan beras kepala seperti yang diinformasikan selama ini. Kalau tahu seperti ini dan menimbulkan kecurigaan, lebih baik diuangkan saja nanti warga sendiri yang belanja," tandasnya.
Hal yang sama juga dikatakan warga Kelurhan Wangkanapi lain yang biasa disapa Mamanya Didi. Dia mengaku terkejut saat melihat beras bantuan yang disalurkan Dinas Sosial lewat kantor kelurahan terdapat ulat, kutu beras dan berwarna kekuningan.