Drainase Penangkal Banjir Simpang SMA 2 Baubau Terancam Batal
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Baubau terancam gagal merealisasikan rencana pembangunan drainase penangkal banjir di simpang empat trafick light SMA Negeri 2.
Buntut dari minimnya alokasi anggaran yang diberikan tahun ini, menunda pembuatan drainas simpang empat Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kota Baubau. Rencananya draiamse itu akan membelah Jalan Betoambari, perempatan depan SMAN 2, dan bakal dikerjakan tahun 2020.
"Penundaan drainase ini imbas dari pandemi Covid-19. Sehingga, kita belum tahu sampai kapan baru bisa kita kerjakan," ungkap Kepala Dinas PUPR Kota Baubau, Andi Hamzah dikonfirmasi di ruang kerjanya, kemarin.
Tahun 2020 ini, beber Hamzah, pihaknya hanya mendapat bagian Dana Alokasi Umum (DAU) APBD sekitar Rp 36 miliar. Duit sebesar itu sulit untuk mewujudkan sejumlah rencana proyek infrastruktur.
"Dari Rp 36 miliar itu kita alokasikan bidang cipta karya yang menangani bidang drainase sebesar Rp 7 miliar. Anggaran itu tidak cukup untuk membiayai pembuatan drainase di depan SMAN 2. Saya tidak berani kalau harus buat drainase separuh dulu, karena jalan di sana ramai pengendara," imbuhnya.
Ditambah lagi, tutur dia, Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020 di Dinas PUPR Baubau ditarik semua oleh pemerintah pusat. Pihaknya memprediksi keadaan seperti ini masih berlanjut hingga tahun depan.
"Padahal kita sudah matangkan perencanaan drainase tersebut. Dimana total anggaran yang kurang lebih Rp 8 miliar. Karena akan membelah jalan Beteoambari mengalirkan genangan air menuju ke laut yang berjarak sekitar 50 meter," ujarnya.