Gelar Aksi Simpatik, Gema Pembebasan Mengecam Penghina Nabi SAW
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Kota Baubau menggelar aksi mengecam penghinaan atas Nabi SAW di Negara Prancis. Aksi digelar di sejumlah titik, diantaranya di perempatan Tugu Kirab Baubau.
Para mahasiswa saling bergantian berorasi yang pada intinya mengecam Majalah Charlie Hebdo yang telah lancang menghina Nabi Muhammad SAW. Menurut mahasiswa majalan asal Prancis itu bukan kali ini saja menayangkan kartun Nabi SAW, melainkan telah berulang kali.
Hanya saja pemerintah Prancis tetap mendudukung ulah majalah itu atas nama kebebasan dan Hak Asasi Manusia (HAM). Maka itu, Gema Pembebasan menyatakan pernyataan sikap mengecam penghinaan tersebut.
"Mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Prancis. Dimana mereka telah menghina Nabi besar Muhammad SAW," ucap Suparman, dalam orasinya.
Selain mengecam tindakan ulah majalah Charlie Hebdo, Ketua Gema Pembebasan itu juga mengajak seluruh masyarakat Kota Baubau untuk membela kehormatan Nabi Muhammad SAW. Menurutnya membela Nabi Muhammad SAW merupakan sebuah kewajiban seluruh muslim dunia.
"Sepatutnya, pemimpin-pemimpin negeri muslim mengirimkan pasukan ke Prancis. Namun sampai saat ini tidak dilakukan. Karena itu, kami mengajak kepada seluruh Kaum Muslim dan para ulama untuk bersama-sama memperjuangkan syariah dan khilafah. Karena hanya Khilafahlah yang bisa melindungi kehormatan Nabi dan seluruh kaum muslimin," serunya.
Aldin yang juga selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi simpatik menegaskan terkait pelecehan terhadap Nabi, sikap umat islam tidak cukup sekedar mengutuk maupun memboikot produk dari Prancis.