Keinginan Besar AS Tamrin: Wujudkan Baubau Maju, Sejahtera dan Berbudaya
Bagikan

TUJUAN Pembangunan adalah kesejahteraan karena mengadopsi dari tujuan pembangunan nasional ada di alinea keempat yakni memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan dan merdeka supaya sejahtera.
Sedangkan cita-cita negara di alinea kedua yakni merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dengan ini, sementara sebuah daerah sebuah negara ada kondisi awal sekarang ini berada pada titik mana, apa potensi, apa kelemahan apa dan kekurangan.
Sehingga, dalam menyusun visi misi berangkat dari latar belakang pola pikir menginventarisir potensi-potensi yang punya sumberdaya alam, dan letak geografis perlintasan. Baubau potensi semua, yaitu sumber daya manusia yang handal, sumber daya alam banyak sekali, punya cagar-cagar budaya yang menggiurkan dunia, benteng keraton terluas didunia dan banyak lagi.
Demikian dengan punya kelemahan-kelemahan, isu-isu nasional, kesenjangan, kemiskinan, lapangan kerja, semua merupakan kondisi yang menyertai, sehingga bila ingin membangun tidak bisa dinafikan. Padahal untuk menuju sejahtera harus ada proses.
Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin, MH yang didampingi Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse saat rapat dengan tim percepatan pembangunan Kota Baubau di Bantea Umuri Bolu Rujab Wali Kota Baubau Sabtu (24/4/2021), mengungkapkan keinginan besarnya untuk mewujudkan Kota Baubau sebagai kota yang maju, sejahtera dan berbudaya dihadapan para tim percepatan baik yang hadir secara langsung, maupun secara virtual.
Untuk mewujudkan keinginan tersebut haruslah disiapkan pra kondisi dan ada prosesnya namanya SOM (Subjek, Objek, Metoda). Subjek, siapa berbuat apa dan paradigma pembangunan adalah good governance (pemerintahan yang baik) dimana ada tiga domain yang berperan dalam pembangunan yaitu pemerintah sebagai leading sektor, dunia usaha sebagai dinamisator, masyarakat sebagai penerima manfaat yang harus ikut baik dalam hal mengajukan harapan-harapan bagaimana pembangunan itulah ada Musrembang. Kemudian, apa yang bisa diterima siapa berbuat apa serta apa yang dibikin yakni Obyek.
Ada empat pilar utama agenda prioritas, yakni pembangunan sumber daya manusia, pembanunan sarana prasarana dan infrastruktur, kemudian, pembangunan ekonomi yang berbasis ekonomi kerakyatan bertumpu pada kerarifan lokal serta pembangunan budaya.
Keempat pilar ini yang menjadi tugas tim percepatan pembangunan Kota Baubau untuk memberikan petunjuk bagaimana dan kiat-kiat yang dilaksanakan. ”Sudah banyak saran-saran tapi tidak bisa berhenti hanya satu kali. Siapa berbuat apa, diapakan ini, ada metode, ada legislasi dukungan aturan undang-undangnya belum ada harus ada legislasi, harus ada edukasi, fasilitasi, regulasi, aspirasi masyarakat, koordinasi, sosialisasi, partipasi. Semuanya ini harus dilihat siapa berbuat apa dan diapakan terhadap kegiatan-kegiatan yang tidak didukung dengan Undang-Undang harus dibikinkan Undang-Undang dan kita punya wewenang tergantung yang punya wewenang,” kata H AS Tamrin.