Taati Prokes, Yudisium Virtual FKM Unidayan Kembali Dilakukan
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Untuk ketiga kalinya Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan prosesi Yudisium dan Pengukuhan Wisudawan secara virtual, Senin (5/7/2021).
Hal ini dilakukan karena sampai saat ini Pandemik Covid-19 masih belum berakhir, malah dalam beberapa hari terakhir jumlah penduduk Indonesia termasuk di Kota Baubau yang terpapar mengalami peningkatan. Sehingga solusi terbaik dari sisi kesehatan dan tidak menghambat prosesi yang ditunggu-tunggu ini adalah dengan pelaksanaan secara virtual.
"Prosesi Yudisium dan Pengukuhan ini merupakan prosesi ketiga yang dilakukan secara virtual oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Unidayan, namun hal ini tidak mengurangi esensi dan rasa haru bahagia para peserta dan wali," ungkap bagian publikasi Prosesi Yudisium dan Pengukuhan Wisudawan/Wisudawati Angkatan XVII Tahun 2021 FKM Unidayan, Dahmar, SKM., M.Kes.
Kegiatan ini diikuti oleh Ketua I Yayasan Pembina Unidayan, dr. LM Izat Manarfa, M.Sc, Rektor Unidayan, Ir. H. LM Sjamsul Qamar, MT., IPU, Dekan FKM Unidayan, Dr. Rininta Andriani, S.Sos., M.Kes, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKM Unidayan, Taswin, SKM.,M.Kes, Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan FKM Unidayan, Wa Ode Asfari Azis, ST.,M.Sc, Kaprodi Kesehatan Masyarakat FKM Unidayan, La Ode Muh. Taufiq, SKM.,M.Kes, pejabat struktural lainnya, dosen atau segenap Civitas Akademika FKM Unidayan.
Ketua I Yayasan Pembina Unidayan, dr. LM Izat Manarfa, M.Sc dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Rektor Unidayan dan Dekan FKM Unidayan sudah mendorong mahasiswa untuk bisa menyelesaikan kuliahnya serta ucapan terima kasih kepada orang tua/wali peserta yang telah menitipkan anak-anaknya untuk menimbah ilmu di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unidayan.
Sementara Rektor Unidayan, Ir. H. LM Sjamsul Qamar, MT., IPU dalam sambutannya memberikan apresiasi, pesan dan motivasi kepada peserta yudisium bahwa apa yang diperoleh saat ini bisa terus dikembangkan.
“Apa yang diperoleh saat ini baru sebagai dasar, untuk menjadi seorang ahli dibutuhkan kemapuan untuk mengembangkan ilmu yang sudah ada dengan menjawab atau memberi solusi permasalahan-permasahan yang ada di masyarakat,” ungkapnya.