Berita Terkini
Baubau

Peringati 10 Muharam, GOW Kota Baubau Santuni Anak Yatim

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 21 Agustus 2021 03:30 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Peringati 10 Muharam, GOW Kota Baubau Santuni Anak Yatim

PUBLIKSATU, BAUBAU - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Baubau memperingati 10 Muharam dengan menyantuni anak yatim. Kegiatan yang diselenggarakan di rumah jabatan Wakil Wali Kota Baubau pada Kamis (19/8/2021) ini, disebut dengan istilah Pakandeana Anaana Maelu, yang berarti memberi makan kepada anak yatim.

Ketua GOW Kota Baubau Wa Ode Nursanti Monianse saat ditemui usai kegiatan mengungkapkan, kegiatan 10 Muharam ialah merupakan program tahunan dari GOW Kota Baubau, khususnya bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Ia juga mengungkapkan, karena pandemi Covid-19, sehingga kegiatan tersebut dilaksanakan dengan sederhana sejak 2 tahun terakhir.

“Memperingati 10 Muharam ini sebenarnya merupakan tradisi dari leluhur kita di Buton ini, setiap 10 Muharam para orang tua kita di Buton ini selalu melakukan ritual. Yaitu memberi makan kepada anak-anak yatim yang dalam bahasa Wolio disebut dengan Pakandeana Anaana Maelu,” ujar Wa Ode Nursanti Monianse.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tata cara Pakandeana Anaana Maelu dalam adat Buton ialah diawali dengan memandikan serta memberi dan memakaikan pakaian yang bagus kepada anak-anak yatim tersebut. Hal ini dilakukan di waktu pagi pada tanggal 10 Muharam, yang dilanjutkan dengan menyuapkan makanan serta memberikan berbagai macam hadiah kepada anak-anak yatim tersebut.

“Saya kira hikmah dari kegiatan ini adalah, bahwa kita sebagai manusia itu mempunyai keterbatasan-keterbatasan. Di mana tidak semua dari kita memili kemampuan yang sama dalam menjalankan kehidupan ini. Sehingga akan selalu ada orang yang membutuhkan uluran tangan kita, baik itu dari kalangan keluarga kita sendiri maupun orang lain,” tuturnya.

“Seperti halnya pada kegiatan hari ini, yaitu menjawab kebutuhan anak-anak yatim yang sangat memerlukan uluran tangan dari kita semua. Untuk itu, saya berharap, dengan santunan ala kadarnya ini dapat membuat mereka bahagia, serta bisa membangkitkan semangat hidup mereka bahwa masih banyak yang orang-orang yang peduli dengan mereka,” imbuhnya.

Wa Ode Nursanti Monianse juga berharap, agar apa yang sudah menjadi tradisi masyarakat Buton tersebut, dapat terus dilestarikan oleh generasi-generasi yang akan datang. Pasalnya, selain memiliki nilai luhur sebagai kearifan lokal, juga merupakan anjuran dalam ajaran Agama Islam yang telah mengajarkan tentang pentingnya memberi makan kepada anak yatim.

Bagikan