Berita Terkini
Baubau

Pendapatan Daerah Kota Baubau Mengalami Penurunan Dalam Rancangan Perubahan APBD 2021

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 22 September 2021 04:28 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Pendapatan Daerah Kota Baubau Mengalami Penurunan Dalam Rancangan Perubahan APBD 2021

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dalam struktur Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021, Pendapatan Daerah Kota Baubau mengalami penurunan. Penurunan pendapatan dalam RAPBD Perubahan ini, merupakan dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia hingga sekarang, tak terkecuali Kota Baubau.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse saat menyampaikan pidato pengantar Wali Kota, atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rancangan Perubahan APBD Kota Baubau Tahun Anggaran 2021, pada Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di ruang rapat DPRD Kota Baubau, Senin (20/09/2021).

“Kondisi pandemi covid-2019 berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, antara lain menurunnya penerimaan pendapatan daerah dan meningkatnya belanja yang diperlukan untuk penanganan Covid-2019 tersebut. Dengan pertimbangan ini, maka Pemerintah Kota Baubau perlu melakukan penyesuaian pendapatan daerah,” ujar La Ode Ahmad Monianse.

Wakil Wali Kota menyebutkan, penurunan pendapatan daerah dalam struktur Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 sebesar 3,35% atau 840,78 miliar rupiah, dari semula yang direncanakan dalam APBD Induk Tahun Anggaran 2021 sebesar 869,92 miliar rupiah. Sementara itu, belanja diperkirakan menurun sebesar 9,54% atau 1 triliun 15,68 miliar rupiah, dari anggaran semula sebesar 1 triliun 122,77 miliar rupiah dalam APBD Induk Tahun Anggaran 2021.

“Dengan demikian, pada Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 terjadi defisit anggaran sebesar 174,89 miliar rupiah. Dalam komponen pembiayaan Netto direncanakan sebesar 174,89 miliar rupiah atau turun 30,83% dari anggaran semula dalam APBD Kota Baubau Tahun Anggaran 2021 sebesar 252,85 miliar rupiah,” bebernya.

Ditambahkan, pembiayaan Netto merupakan selisih antara penerimaan pembiayaan Daerah dengan pengeluaran pembiayaan, guna menutupi defisit Anggaran Daerah. Penerimaan pembiayaan Daerah dalam Rancangan Perubahan APBD Kota Baubau Tahun Anggaran 2021 sebesar 178 miliar rupiah, menurun sebesar 48,99% atau 97,98 miliar rupiah.

“Jumlah tersebut berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran 2020, sebesar 76 miliar rupiah dan Rencana Penerimaan pembiayaan Pinjaman Daerah tahun Anggaran 2021 sebesar 102 miliar rupiah. Sementara pengeluaran pembiayaan Daerah sebesar 3,6 miliar rupiah, turun 28% atau 1.4 miliar rupiah dari anggaran semula dalam APBD Kota Baubau Tahun Anggaran 2021 sebesar 5 miliar rupiah,” imbuhnya.

Bagikan