Monianse: Kota Baubau Jalur Rempah Dunia
Bagikan

BAUBAU-Akhirnya Pemerintah Pusat mengakui Kota Baubau sebagai jalur rempah dunia.
Merespon kenyataan tersebut, Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse menyatakan pihaknya mewakili Pemkot mengapresiasi penetapan Pemerintah Pusat yang menetapkan Baubau sebagai titik singgah dalam perjalanan muhibah jalur rempah nusantara.
"Untuk kita ketahui bersama, ekspedisi jalur rempah ini mestinya dilaksnakan dari tahun lalu, tahun 2021 dan karena Covid ditunda, digeser tahun 2022," terangnya di ruangannya, kemarin.
Satu hal yang perlu diketahui, kata wali kota, tahun 2021, Kota Baubau tidak masuk dalam rute. "Namun kata wali kota dalam hal ini, Bapak Dr AS Tamrin almarhum coba untuk bertanya ke kementerian dan kepada Makassar. Mempertanyakan mengapa Kota Baubau tidak masuk. Penjelasannya dengan cukup akurat oleh almarhum sehingga kemudian Kota Baubau ditetapkan pada penjadwalan berikutnya. Setelah penundaan tahun 2021, ditahun 2022 masuk," terangnya.
Kata Ketua PDIP Baubau ini, satu kesyukuran Baubau ditunjuk dan dipercaya. Dikatakan, hal tersebut bukan berdasakan belas kasihan.
"Pasti pak almarhum berdasarkan data, dan obyektif bahwa Pulau Buton dalam hal ini Baubau sebagai pelabuhan utamanya wakyu itu benar-benar menjadi persinggahan dari pelayaran Timur-Barat," ujarnya.
Menghantar komiditi rempah dari ujung Timur Nusantara sampai ke Eropa melalui jalur-jalur lainnya, transit di India, Banglades.
"Hari ini mereka mengklaimnya. Karena sesungguhnya sumbernya dari sini," sambungnya.
Pemkot, kata Monianse, akan memanfaatkan penetapan Kota Baubau sebagai jalur rempah untuk promosi pariwisata, dan sumber daya lokal lainnya. Termasuk mempercepat penetapan usulan Benteng Keraton Wolio sebagai warisan dunia di Unesco.