Satu Hektare Padi di Kampeonaho Lenyap
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Satu hektare sawah di Kelurahan Kampeonaho Kecamatan Bungi dipastikan puso atau gagal panen. Benih padi yang baru saja ditanam itu rusak diseret banjir pada Senin (21/2) lalu.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau mencatat ada 1.200 hektare sawah di Kecamatan Bungi dan Lealea yang terendam saat banjir hari itu. Lokasinya antara lain di Kelurahan Ngkaring-ngkaring sebanyak dua Subak, Liabuku 110 hektare, Waliabuku 168 hektare, Tampuna 76 hektare serta Palabusa dan Kantalai masing-masing 50 hektare.
"Hari itu hampir semua areal persawahan terendam banjir, tidak ada yang kelihatan padinya. Hasil identifikasi kami yaitu satu hektar rusak, 13,4 hektar terancam rusak dan selebihnya masih aman," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Baubau, Muhamad Rais, dikonfirmasi di kantornya, Rabu (23/2).
Ia mengatakan, 13,8 hektare padi yang terancam puso itu terletak di Kelurahan Tampuna Kecamatan Bungi. Sedangkan, satu hektare yang dipastikan sudah rusak berada di lingkungan Loko Kampeonaho Kecamatan Bungi.
"Di Tampuna itu karena posisinya berada di ujung, sehingga paling kena dampak banjir. Sedangkan di Loko itu menggunakan media tanam transplenter. Di mana, benih padi di situ tidak ditanam di tanah toh, tapi di atas terpal. Makanya terbawa arus seluas kurang lebih satu hektar," ujarnya.
Saat ini, kata Rais, pihaknya belum bisa menyatakan puso terhadap 13,8 hektare padi di Tampuna. Pihaknya masih memantau perkembangan tanaman itu selama dua sampai tiga hari ke depan. Pun, beberapa petani mulai melakukan penyulaman padi di area tanam menggunakan benih padi cadangan yang selamat dari banjir.
"Untungnya, pada saat banjir itu padi baru berusia 10 hari dan satu bulan. Awalnya kami ragu itu semua dibawa arus. Tapi ternyata banyak yang selamat walaupun dalam keadaan terbaring dan tertutup lumpur. Untuk itu, kami masih pantau dampak selanjutnya selama dua tiga hari ini apakah masih selamat atau tidak," katanya.