Berita Terkini
Baubau

Blangko KTP-el di Baubau Langka

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 5 Maret 2022 01:18 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Blangko KTP-el di Baubau Langka
Arif Basari

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Baubau membatasi sementara layanan pembuatan Kartu Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Kebijakan ini terpaksa dilakukan lantaran stok bahan dasar KTP-el itu sedang menipis.

Kepala Disdukcapil Baubau, Arif Basari mengatakan, kelangkaan blangko KPT-el sempat teratasi berkat pinjaman dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Utara (Butur) sebanyak kurang lebih 500 keping. Namun, bangko itu sudah dipakai untuk pembuatan KTP-el siswa-siswi usia 17 tahun ke atas tersebar di 13 Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kota Baubau.

"Sehingga, stok blangko yang tersedia di Disdukcapil Baubau saat ini tinggal 31 keping. Untuk menyiasati kondisi ini, maka layanan pembuatan KTP-el masih kita khususkan kepada warga yang benar-benar sangat membutuhkan KTP-el misalnya perjalanan daerah dan cari pekerjaan," kata Arif dikonfirmasi di kantornya, Jum'at (4/3) kemarin.

Kata dia, fenomena kelangkaan blangko KTP-el ini diperkirakan hampir terjadi di seluruh daerah. Sebab, berdasarkan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Disdukcapil se-Indonesia di Bali baru-baru ini terungkap bahwa pengadaan blangko KTP-el masih dalam proses pencetakan.

"Olehnya itu, kami mohon kesabaran dari masyarakat yang ingin membuat KTP-el tapi belum terlalu mendesak seperti perubahan status kawin atau cerai atau pensiun, rusak, dan sudah tidak terbaca. Menurut informasi dari pemerintah pusat itu akhir Maret ini sudah ada blangko KTP-el, biasanya sekali kita dikasih itu 4.000 keping," ujarnya.

Ia mengatakan, 31 keping blangko KTP-el ini memang jauh tidak sebanding dengan jumlah penduduk Kota Baubau yang masuk dalam wajib KTP. Jumlah penduduk Baubau berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) per 31 Desember 2021 sebanyak 158.930 jiwa. Penduduk usia 17 tahun ke atas yang belum memiliki KTP-el tersisa 463 orang.

"Permintaan percetakan KTP-el cukup tinggi. Rata-rata yang datanf di kantor ini hampir 50 orang setiap hari. Karena Suket (Surat Keterangan) tidak bisa lagi, maka salah satu cara kita agar semua terlayani, maka yang belum terlalu emergensi kita berikan dulu biodata di kertas putih. Insya Allah, kita akan layani dengan cepat lagi kalau stok blangko KTP-el sudah kembali normal," katanya.(exa)

Bagikan