Berita Terkini
Baubau

Insight Aswad Soal Jalur Rempah (2). Imperium Maritim Masa Silam, Baubau Strategis

Oleh Irwansyah Amunu · Selasa, 19 April 2022 13:51 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Insight Aswad Soal Jalur Rempah (2). Imperium Maritim Masa Silam, Baubau Strategis
La Ode Aswad

REKONSTRUKSI Masa Lalu untuk Kejayaan Masa Depan. Demikian tema sentral Jalur Rempah yang ditasbihkan Plt. Wali Kota La Ode Ahmad Monianse. Bagaimana detailnya? Berikut ulasan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, La Ode Aswad kepada wartawan Buton Pos, Irwansyah Amunu.

Apa yang Pak Kadis bisa jelaskan terkait Jalur Rempah ini adalah rekontruksi masa lalu untuk kejayaan masa depan?

Betul. Setuju saya, kalau pak wali, Plt Wali Kota, La Ode Ahmad Monianse mengatakannya. Saya kita merupakan statemen pendorong, penyemangat bahwa ini merekonstruksi karena sudah pernah terjadi dimasa lampau. Kita rekonstruksi, menjadi pengungkit, pembangkit semangat untuk bicara masa depan Kota Baubau. Bicara kesejahteraan masyarakat Kota Baubau. Bicara ketentraman masyarakat Kota Baubau. Bicara kenyamanan, tugas kita bersama.

Artinya ini membuktikan bahwa kita punya segudang potensi, dan potensi kita bukan kelas kampung, tapi regional, kelas dunia. Bagaimana untuk mengangkat kesadaran ini? Kan kadang-kadang kita juga ini masih merasa inferior, padahal kita superior. Bagiamana mengangkat sentimen yang sifatnya inferior sehingga bisa naik?

Harapan kita kerja-kerja ini berbasis outcome, berbasis hasil. Tentu berperan berdasarkan tugas dan fungsi masing-masing. Tapi tujuan besar kita sama, bagaimana membangun kesejahteraan. Bagaimana mewujudkan Provinsi Kepulauan Buton.

Nah, ini butuh kolaborasi, butuh kerja bersama. Kalau bahasa saya, butuh kolaborasi. Dan butuh orang-orang yang peduli. Banyak yang punya angan-angan, tapi kurang peduli. Sehingga tidak terwujud, keinginan kita hanya menjadi cerita dari masa ke masa, karena kurang yang peduli. Kita butuh orang yang peduli.

Karena berangkat dari cerita awalnya, kita dimasa lampu besar. Sekarang jangan merasa kecil. Karena sejak dari dulu kita besar.

Menjadi Ibukota Kabupaten Sulawesi Tenggara disini, tentu sudah ditimbang dari segala aspek layak. Saya ulangi ini, jadi kalau ada orang yang masih mempertanyakan persiapan ibukota, terlambat dia. Kalau ditanya bagaimana kesiapan Baubau? Siap dari sejak menjadi Ibu Kota Kabupaten Sulawesi Tenggara dizamannya almarhum Bapak Drs H La Ode Manarfa. Sekarang lebih siap lagi.

Bagikan