Wali Kota Beri Sinyal Copot Direktur PDAM Baubau
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse mengungkap buruknya pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Semerbak. Monianse menganggap direksi saat ini tidak berkompeten dalam mengurus PDAM Baubau.
Raport merah itu berdasarkan laporan dari Dewan Pengawas (Dewas) dan akuntan publik yang ditunjuk melakukan audit kinerja PDAM Tirta Semerbak. Salah satu aspek yang dianggap bobrok adalah kebijakan akuntansi dan pemutakhiran Standar Operasional Prosedur (SOP).
"Kebijakan akuntansi diantaranya sistem peminjaman uang di kas itu harus diatur batasannya. Jangan semua uang yang masuk boleh dipakai bayar apa saja di hari itu. Kemudian, perencanaan anggaran perusahaan kelihatannya belum disiplin," kata Monianse dikonfirmasi usai pertemuan dengan Dewas dan auditor PDAM Baubau, Rabu (27/4).
Mantan Direktur PDAM Kabupaten Wakatobi ini mengatakan, kondisi PDAM Baubau saat ini ibarat pesawat yang lagi bermanuver menukik ke bawah. Pihaknya juga melihat pesawat itu nyaris tidak punya kemampuan untuk menanjak ke atas.
"Bisa dibayangkan kira-kira ke mana itu pesawat. Cara paling aman ya harus cepat cari pendaratan darurat untuk menyelamatkan banyak pihak. Saya lihat modelnya ini sangat menghawatirkan," ujar Politisi PDI-P ini.
Ia mengatakan, gambaran merosot tajam itu berdasarkan tren kinerja dari 2020 ke 2021. Pun, kinerja PDAM diprediksi semakin menukik pada tahun 2022 ini. Sebab, sampai detik ini pihaknya belum melihat ada upaya pimpinannya untuk menjauhkan PDAM Baubau dari jurang kehancuran
"Sangat jelas perusahaan ini tidak dipimpin oleh direksi yang kompeten. Dari laporan yang kita peroleh ini sudah dipastikan bahwa memang tidak dikelola oleh direktur yang kompeten. Kasihan pegawainya, lebih kasihan lagi pelayanan dasar terhadap masyarakat," ujarnya.