Warga Minta Tambah Talud di Tebing Pemisah Wangkanapi-Bataraguru
Bagikan

BAUBAU - Sejumlah warga meminta pemerintah menambah volume talud di tebing perbatasan Kelurahan Wangkanapi dan Bataraguru Kecamatan Wolio Kota Baubau. Panjang talud di jurang yang berlokasi di Jln Ahmad Yani itu dianggap belum maksimal mencegah potensi longsor.
"Dulu pernah longsor, makanya di bagian (pinggir jalan raya) itu dibuatkan talud. Tapi, kalau bisa itu ditambah lagi supaya selesai juga kasian," kata Ketua Rukun Tetangga (RT) 01 Rukun Warga (RW) 02 Kelurahan Wangkanapi, Sumiati ditemui di lokasi, Rabu (3/8).
Ia mencatat ada sekitar lima unit rumah penduduk RT 01 RW 02 Wangkanapi berdiri tidak jauh dari bibir tebing rawan longsor. Bahkan, satu unit rumah dibangun bersandarkan sisa pohon asam yang ditebang.
"Bagian bawah tebing ini batu kapur kalau kena air lama-kelamaan bisa hancur. Saya takut jangan sampai kenapa-kenapa terjadi lagi longsor jatuh ke bawah jurang. Jadi, saya harap pembuatan talud itu dilanjutkan lagi," ujarnya.
Warga Bataraguru, Wa Ode Saatila mengatakan, rumahnya merupakan salah satu bangunan yang paling rawan tertimpa longsor. "Kita yang tinggal di bawah tebing ini ragu. Kalau bisa dibikin secepatnya talud," tambah Saatila.
Sementara itu, Kabid Rekonstruksi dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, Hamkah menuturkan, pembuatan talud penahan tanah di tebing Wangkanapi-Bataraguru itu telah didorong ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 2020 lalu.
"Estimasi anggaran talud di Wangkanapi itu Rp 3.235.065.000. Volumenya 151 meter dengan tinggi bervariasi antara 5-8 meter," ujar Hamkah dikonfirmasi di kantornya.(exa)