PMII Baubau Tolak Kenaikan Harga BBM
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Baubau menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM.
Koordinator Lapangan, Hamdan Hidayat menyatakan keputusan pemerintah pusat menaikkan harga BBM bersubsidi memicu problem di kalangan masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah.
"Sehinga kami PMII Baubau menyatakan sikap, kenaikan bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah menuai polemik di tengah situasi ekonomi negara yang belum pulih seutuhnya dampak pandemi Covid-19," tutur Hamdan.
Menurutnya, kenaikan harga BBM akan berdampak buruk bagi masyarakat menengah ke bawah. Hal ini dapat mempercepat terjadinya inflasi yang tinggi yang meningkatkan jumlah orang miskin di Indonesia.
Ia juga menilai, kenaikan harga BBM juga akan menganggu perputaran ekonomi dalam sektor-sektor strategis negara yang mana sebagian besar aktivitas perekonomian terutama sektor transportasi, industri, pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata dan lain sebagainya akan sangat berdampak.
"Alih-alih kenaikan BBM bersubsidi, semestinya pemerintah fokus untuk memberantas penyalahgunaan penerima manfaat BBM bersubsidi. Selama ini sudah menjadi rahasia umum, bahwa terdapat banyak praktik mafia BBM bersubsidi yang sangat merugikan rakyat dan negara," ujarnya.
Merespon sejumlah persoalan tersebut, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Baubau bersikap: