Berita Terkini
Baubau

Calon Penumpang Kapal Ramai Mendatangi BPBD Baubau

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 26 Oktober 2022 03:41 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Calon Penumpang Kapal Ramai Mendatangi BPBD Baubau
Petugas BPBD Baubau tampak sedang melayani dua orang yang meminta surat keterangan stok vaksin Covid-19 sedang kosong, Selasa (25/10). (Foto Texandi)

BAUBAU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau kembali menjadi tempat meminta 'pertolongan' bagi warga yang mau ke luar daerah. Sontak, kantor OPD tersebut ramai didatangi calon penumpang kapal maupun pesawat.

Calon penumpang itu mayoritas orang-orang yang belum kebagian suntikan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga alias Booster. Mereka datang untuk mengurus surat keterangan bahwa stok vaksin sedang kosong.

"Mereka itu belum ada yang Booster. Mereka datang mengurus keperluan keberangkatan. Sedangkan stok vaksin di Baubau sekarang ini habis," ujar Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Baubau, La Ode Muslimin Hibali dikonfirmasi di kantornya, Selasa (25/10).

Kata dia, calon pelaku perjalanan dalam negeri yang belum Booster itu diwajibkan mengantongi surat keterangan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 yang menyatakan bahwa vaksin sedang kosong. Ketentuan ini merupakan arahan pihak otoritas pelayanan keberangkatan baik lewat pelabuhan Murhum maupun Bandar Udara (Bandara).

"Pihak pelabuhan dan Bandara menginginkan (calon penumpang) memiliki surat dari Satgas yang menyatakan bahwa vaksin habis. Saya sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Baubau bahwa memang lagi menunggu panggilan untuk mengambil vaksin di Kendari," ungkapnya.

Mantan Camat Wolio ini menambahkan, pihaknya membuka layanan pembuatan surat keterangan stok vaksin habis sejak bulan Oktober 2022 ini. Rencananya, pelayanan ini terus dibuka hingga stok vaksin Covid-19 sudah tersedia kembali.

"Memang ada juga yang datang dari luar Baubau seperti Buton, Buton Selatan, dan Buton Tengah. Tapi sebelum diberikan surat keterangan, kita selalu koordinasi dengan pihak BPBD dan Dinas Kesehatan masing-masing apa betul vaksin di daerahnya habis," pungkasnya.

Bagikan