Dewan Singgung Keseriusan Pemkot Baubau Tekan Kebocoran PAD
Bagikan

BAUBAU - DPRD Kota Baubau kembali menyinggung soal usaha mendongkrak pendapatan daerah. Wakil rakyat itu bahkan meminta keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau dalam menekan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kebocoran PAD itu menjadi catatan fraksi Golkar-NasDem yang disampaikan melalui laporan akhir Badan Anggaran (Banggar) DPRD Baubau saat rapat paripurna persetujuan Raperda APBD 2023, Senin pekan ini.
"Spot-spot PAD yang sudah eksis namun belum terkelola dengan baik harus dimanfaatkan secara maksimal. Untuk itu diperlukan usaha yang serius guna menekan tingkat kebocoran PAD," kata juru bicara Banggar DPRD Baubau, Rosni.
Selain itu, ujar dia, Pemkot juga perlu melakukan penertiban pungutan liar serta memaksimalkan pendapatan pada sektor retribusi seperti parkir di tepi jalan umum, tempat khusus parkir, pelayanan persampahan, pelayanan los dan kios pasar, pemakaian kekayaan daerah, pelayanan tempat rekreasi dan olahraga, rumah potong hewan.
"Dan pajak penerangan jalan umum termasuk memaksimalkan potensi retribusi pelayanan kesehatan di Puskesmas dan RSUD," tambah legislator Partai Bulan Bintang (PBB) ini.
Sebagaimana diketahui, dalam APBD 2023, Pemkot Baubau menarget perolehan pendapatan daerah sebesar Rp 951,5 miliar. Dari jumlah itu, proyeksi PAD cuma Rp 135,3 miliar. Selebihnya, bersumber dari dari dana transfer pusat dan antar daerah Rp 802,8 miliar, serta lain-lain pendapatan yang sah Rp 13,4 miliar.
"Mencermati pandangan akhir dari masing-masing fraksi DPRD terhadap Rancangan APBD 2023, memberikan keyakinan kepada kami betapa tingginya komitmen dan perhatian dari setiap fraksi dalam melihat perkembangan kebutuhan pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan," kata Wali Kota Baubau, La Ode Monianse.(exa)