Tim KKI Tinjau Kelayakan Prodi Kedokteran Unidayan
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Tim Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) mengunjungi Universitas Dayanu Iksanuddin (Unidayan), Kamis (18/5). Mereka meninjau persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran milik kampus ternama di Kota Baubau tersebut.
Visitasi tim KKI itu sendiri dalam rangka tindak lanjut desk evaluation atas usulan pembukaan Program Studi (Prodi) Kedokteran Fakultas Kedokteran Unidayan. "Kita melihat bagaimana kelayakan pembukaan Program Studi Kedokteran di Unidayan," ujar Ketua Divisi Pendidikan KKI, dr Mariatul Fadilah.
Visitasi tersebut, kata dia, sesuai pengajuan proposal dari Unidayan perihal pembukaan Fakultas Kedokteran beberapa waktu lalu. KKI sebagai pelaksana dari Undang-undang praktek Kedokteran memiliki tugas salah satunya melakukan standardisasi pendidikan Fakultas Kedokteran.
"Jadi konsil kedokteran itu menginginkan semua masyarakat Indonesia itu terlayani oleh dokter yang standar, nggak boleh nggak standar," terang dokter Mariatul.
Menurut dia, sejauh ini barometer Fakultas Kedokteran masih menggunakan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) 2022. Jika Fakultas Kedokteran Unidayan sudah berdiri, maka lulusannya dapat bekerja di semua wilayah Indonesia.
"Se-Indonesia itu adalah standar minimal. Jadi kalau mendidik seorang dokter kompetensinya harus SKDI. Satu saja tidak, berarti belum memiliki standar yang diinginkan. Berdasarkan itu dengan permohonannya pak rektor kita lihat kelayakannya," jelasnya.
Lebih jauh, tutur dia, studi kedokteran tidak hanya dididik di sebuah institusi, tetapi juga harus mitralatif seperti di rumah sakit, Puskesmas, termasuk pada masyarakat. Selain itu, pihak kampus seperti yayasan, Rektor, dan Dekan juga harus punya komitmen terhadap pendidikan kedokteran.