Berita Terkini
Baubau

Warga Lipu Demo, Wali Kota Baubau Tak di Tempat

Oleh Suari · Kamis, 4 Juli 2024 03:03 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Warga Lipu Demo, Wali Kota Baubau Tak di Tempat
Puluhan Warga Kecamatan Betoambari Kota Baubau berdemo,aksi saling dorong terjadi, nyaris adu argumen terkait sengketa tanah di Bandara Betoambari Kota Baubau. (Foto Suari)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Warga Kelurahan Katobengke dan Lipu bersama mahasiswa menggelar aksi damai di depan kantor Walikota Baubau, Selasa (2/7/24)

Masa aksi menggelar demo dalam rangka meminta kepada pihak pemerintah kota (Pemkot) Baubau agar memperjelas pembayaran ganti rugi lahan masyarakat yang digunakan untuk memperluas landasan pacu bandara.

Alih-alih dengan penuh pengharapan agar mendapatkan kepastian kompensasi lahan dibayarkan yang terjadi sebaliknya, mala masa aksi mendapatkan kekecewaan.

Tentu mendapatkan kekecewaan bagaimana tidak, ketika masa aksi ingin memasuki kantor walikota dengan harapan agar bisa bertemu salah satu pejabat pemkot namun mendapatkan penghadangan pihak aparat.

Disamping tidak mampu merangsek masuk ditempat singgasana Pj Walikota Baubau Rasman Manafi namun satupun pejabat pemkot tidak terlihat baik Walikota Baubau Rasman Manafi, Pj Sekda La Ode Fasikin, Asisten La Ode Aswad, Asisten lll La Ode Darusalam dan Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Amalia Abibu.

"Beberapa minggu lalu kami datang baik-baik di kantor walikota menyampaikan keluh kesah kami, pak Sekda Baubau telah berjanji untuk kita berbicara di rujabnya tetapi lagi-lagi Sekda Baubau menghadapi hindar dari kami," kata La Daisi perwakilan warga Katobengke.

La Daisi kembali menegaskan, terkait masalah kompensasi yang belum terbayarkan sehingga diduga kuat Pemerintah Kota Baubau bersama Bandara Betoambari telah melakukan kongkalikong.

Terpantau, karena tidak kunjung masuk didalam dan tidak satupun pejabat pemkot menemui peserta aksi terus mendesak danberdebat dengan Kabag Umum Setda Baubau Kasman agar memanggil pejabat pemkot.

"Masa hari selasa tidak ada yang berkantor apakah sengaja untuk melarikan persoalan ini, pak Kabag saya minta untuk menghubungi Asisten l sampai Asisten lll nya," tegas salah satu orator aksi.

"Kami sudah menyurat 4×24 jam yang seharusnya 3×24 jam tapi 4×24 jami sudah menyurat agar pemerintah tahu, pas kita datang tidak ada orang kalau memang betul-betul pak Sekda hadiri kegiatan tunjukan buktinya," tanya orator seraya tidak yakin info diberikan Kabag Umum.

Peliput : Suari

Bagikan