Berita Terkini
Busel

BPBD Busel Bakal Lengkapi TRC Dengan Alat Selam

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 31 Agustus 2018 16:38 WIB · 3 menit baca
BPBD Busel Bakal Lengkapi TRC Dengan Alat Selam
BPBD Busel bekerja sama dengan Basarnas Baubau menggelar pelatihan menyelam di dasar laut bagi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, di Pantai Nirwana

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Pasca pelatihan penyelaman dasar kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buton Selatan bakal menambah fasilitas dan alat selam sebagai perlengkapan penyelamatan.

Para TRC Busel sudah dibekali ilmu pelatihan mendalami materi penyelaman dasar selama dua hari. Hari pertama Jumat (24/8) dibekali dengan materi teori. Hari kedua Sabtu (25/8) peserta disungguhkan dengan materi praktek lapangan penyelaman di pantai Nirwana Baubau.

Kepala BPBD Busel La Ode Harwanto mengatakan, dalam perencanaan berikutnya akan dianggarkan pengadaan alat selam dilengkapi fasilitas lain. Hal ini untuk mendukung penyelamatan bencana jika sewaktu-waktu terjadi.

Kata dia, saat ini di Busel baru dilengkapi spead boad dan fasilitas penyelamat lain. Sedangkan untuk alat selam belum ada. "Kita akan adakan ditahun-tahun berikutnya sehingga kita bisa miliki alat selam dan fasilitas lainya," ujar Harwanto ketika ditemui belum lama ini.

Kegiatan pelatihan menyelam diperuntukan kepada TRC BPBD Busel sehingga dapat secara maksimal siaga dan sigap melakukan penyelamatan diwilayah laut dengan menggunakan peralatan lengkap. Dengan demikian Busel sudah dapat siaga jika terjadi bencana di laut.

Tujuanya, kata dia, untuk mengantisipasi kesiapsiagaan BPBD menangani bencana musibah darurat diwilayah laut. Apalagi wilayah Busel sebagian besar berada dilautan. Dari empat Kecamatan semua berada di wilayah Kepulauan. Sebagian besar wilayah Busel juga adalah lautan.

Moda transportasinya sebagian besar kapal laut melintasi lautan dalam. Untuk mengantisipasi itu, BPBD menyiagakan seluruh TRC BPBD dengan membekali materi teknik penyelaman dasar laut dan teknik penyelamatan.

"Empat kecamatan berada di kepulauan, sehingga bentangan ini sangat banyak bencana musibah laut yang terjadi di laut, ini yang kita antisipasi dan menyiagakan TRC untuk melakukan penyelamatan," katanya.

Dari data tahun 2018 hingga Agustus ini sudah tercatat empat kali musibah terjadi di laut. Ini rata-rata banyak ada kapal laut yang tenggelam, nelayan yang hilang.

Karena itu, sangat penting BPBD Busel melakukan pelatihan dasar selam sehingga dapat diminimalisir dampak dan resikonya. Untuk pelatihan ini pertama tujuanya untuk meningkatkan kapasistas tim reaksi cepat BPBD Busel.

"Makanya kami kerja samakan dengan Basarnas. Dimana Basarnas ini memiliki tupoksi kemampuan mumpuni dalam rangka melakukan penyelamatan diwilayah laut," harapnya.

Dengan demikian, TRC Busel diharapkan memiliki kapasitas yang mumpuni menggunakan peralatan penyelaman dan teknik memberikan penyelamatan terhadap bencana atau musibah di laut. Pelatihan seperti ini tak berhenti hingga disini. Pihaknya juga akan berupaya semaksimal mungkin sehingga TRC BPBD Busel memiliki kemampuan yang handal, siap dan siaga dalam memberikan penyelamatan terhadap sebuah musibah secara makismal dan profesional.

Kedepan juga Harwanto akan memaksimalkan pengadaan peralatan kepada TRC Busel sehingga ketika terjadi hal yang tidak diingikan. TRC BPBD memiliki peralatan yang cukup dalam memberikan pertolongan penyelamatan.

Ia berharap output setelah dari pelatihan itu semua tim BPBD siap dan siaga melakukan tugas ketika dibutuhkan di laut, bisa menggunakan alat penyelam secara maksimal. (aga/exa)