Jemaah Haji Busel Tiba 16 September

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Jemaah haji asal Kabupaten Buton Selatan (Busel) dijadwalkan akan tiba di kampung halaman, pada 16 September 2018 mendatang, sekitar pukul 12.45 Wita, melalui bandara udara Betoambari. Jamaah Haji asal Busel tergabung dalam kloter 21.
"Insya Allah tanggal 16 September 2018, jam 12.45 Wita, sudah tiba di Bandara Betoambari," kata Kepala Kemenag Busel, Drs La Rija MPdI, ketika dikonfirmasi media ini, akhir pekan lalu.
Kata dia, total sembilan orang jemaah haji asal Busel dalam keadaan sehat wal'afiat. Mereka juga sudah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan haji di tanah suci.
Ia berharap, seluruh jamaah haji Busel menjadi haji/haja mabrur. Dapat memberikan contoh suri teladan kepada masyarakat lain di Kabupaten Busel.
Sebelumnya, La Rija MPdi mengatakan, satu CJH asal Busel dari Kecamatan Batauga yang tidak berangkat ke tanah suci akibat meninggal dunia. Data awal rencananya yang berangkat 10 orang, namun setelah meninggal satu orang, sisa sembilan orang yang gagal berangkat.
Dengan kuota sebanyak sembilan orang tahun 2018. Rencananya berangkat tahun ini sebanyak 10 orang namun satu orang meninggal dunia. Yang meninggal tersebut Calon Jemaah Haji dari Kecamatan Batauga. "Jadi yang berangkat tahun ini tinggal sembilan orang," katanya.
Ia merincikan, yang berangkat CJH Busel ini dari Kecamatan Kadatua sebanyak empat orang, Kecamatan Siompu sebanyak tiga orang. Kecamatan Siompu Barat sebanyak dua orang.
CJH Busel bergabung di kloter 21 bersama CJH Kabupaten Buteng, Bombana dan Kota Kendari, Konut dan Kolaka Timur. Rencananya, keberangkayan CJH Busel dari Batauga berangkat tanggal 2 Agustua pukul 14.45 Wita melalui penerbangan udara di bandara Betoambari Baubau menuju Makassar.
Setalah tiba di Makassar akan diberangkatkan dari Embarkasi Makassar melalui bandara udara Sultan Hasanuddin menuju Jedah pukul 02.00 dini hari tanggal 4 Agustus. Dengan perjalanan udara sekitar sembilan jam untuk mengikuti proses haji di tanah suci.
Lanjut La Rija, rata-rata calom jamaah haji Busel usia 45 hingga 60 lebih. Ia memastikan seluruh CJH sudah melalui tahapan proses mengikuti kegiatan pelatihan. Dengan demikian seluruh peserta CJH Busel diharapkan mampu menjalani seluruh kegiatan ibadah haji di tanah suci.
Lebih jauh La Rija berharap masyarakat di beberapa Kecamatan yang masih minim minat Calon Jamaah Hajinya agar lebih meningkat lagi ditahun berikutnya. Pihaknya terus memberikan sosialisasi motivasi kepada masyarakat di beberapa kecamatan yang masih minim pendaftar CJH.
Terutama Kecamatan Sampolawa, Lapandewa dan Batuatas. Mudah-mudahan ada bergerak niat untuk mendaftarkan diri untuk naek haji. Untuk tiga kecamatan yang masih kurang ini memang masih minim niat untuk mendaftarkan diri naik haji. Sehingga bergerak hati menjadi tamu Allah di tanah suci.
"Karena disana banyak juga yang memiliki kemampuan. Cuman mungkin belum ada niat," harapnya.
Untuk di Busel kata dia, yang memiliki minta paling tinggi niat menunaikan haji saat ini di Kecamatan Siompu Barat, Siompu, Kadatua dan Batauga.
"Kita berharap dan berdoa mudah-mudahan seluruh masyarakat memiliki niat untuk menunaikan ibadah haji," katanya.
Daftar tunggu CJH Busel sebanyak 360-an hingga tahun 2027 baru bisa berangkat. CJH itu merupakan yang mendaftarkan berkas saat masih di Kemenag Buton dulu.
Setelah ada layanan pendaftaran online haji di Kemenag Busel. Kemenag Busel sudah ada kuota. Jumlah kuota itu berfariasi tergantung pada nomor porsi masing-masing kabupaten/kota.
Tahun 2019 kuota jamaah haji diperkirakan hanya tiga orang jika tidak ada tambahan. Nanti tahun 2021 ada sekitar 20-an orang. Untuk tahun 2019 yang memiliki tiga orang kuota itu berasal dari CJH Kecamatan Siompu Barat.
Kata dia, memang tiap tahunnya kuota haji di Busel yang paling banyak pendaftarnya dari Kecamatan Siompu Barat. Karena memang di wilayah itu memiliki arisan naek haji. Kemudian animo naik haji di wilayah tersebut sangat tinggi.
Bahkan warga wilayah itu pergi berlayar atau berdagang di luar daerah itu untuk biaya naik haji. Bahkan anaknya yang merantau hingga keluar negeri itu untuk orang tuanya naik haji.
"Itulah sebabnya kenapa minat masyarakat Kecamatan Siompu Barat tinggi minat mendaftar naek hajinya," katanya.
Ia juga berharap masyarakat dikecamatan laen memiliki motivasi yang tinggi bergerak hati warganya menyisihkan penghasilanya untuk bergerak hati menunaikan ibadah haji yang merupakan rukun islam yang ke lima tersebut. (aga)