PDIP Sesalkan Deklarasi Ganti Bupati Buton Selatan
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Sekretaris DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Buton Selatan La Ode Masrizal Mas'ud menyesalkan deklarasi Malino yang mewacanakan mengganti bupati. Menurutnya, mestinya para tokoh elit politik fokus bersama-sama menyatukan persepsi membangun Kabupaten Busel ke arah yang lebih baik.
Meski disadari dalam opini politik wacana seperti itu sah-sah saja dilakukan. Soal dukung mendukung, yang tidak mendukung kemudian mendukung bahkan koalisi tidak mendukung itu hal lumrah.
Politisi muda yang baru saja beberapa bulan diamanahkan menjabat sekretaris DPC PDIP Busel memastikan baru mengetahui deklarasi wacana itu didunia maya. Kata dia, pihaknya belum mengetahui secara pasti isi komitmen kesepakatan lima Parpol yang mendeklarasikan diri tersebut.
Secara politis ia memastikan tak semua partai pengusung pemerintahan Agus Feisal Hidayat dan La Ode Arusani (Agusani) melawan. Ia juga belum mengetahui secara pasti komunikasi politik beberapa Parpol tersebut. Namun silaturahmi masih terjalin cukup baik.
Menurutnya, deklarasi Malino dengan wacana ganti bupati sangat disayangkan terjadi. Apalagi dalam kondisi Kabupaten Busel lagi mencoba merawat situasi atau memulihkan suasana musibah bupati yang kena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ditambah lagi soal hasil evaluasi daerah otonomi baru (DOB) Kementerian Dalam Negeri yang mestinya menjadi cambuk bersama antara eksekutif dan legislatif dan seluruh elemen masyarakat mencari solusi brilian bangkit kendala itu.
"Mestinya tokoh-tokoh elit kita ini melakukan rekonsiliasi menyatukan persepsi untuk bagaimana Busel itu lebih baik. Tidak dengan cara-cara yang justru mempropaganda," imbuh Rizal.
Menurut mantan ketua KPU Busel itu, seharusnya saat ini yang difokuskan kembali kepada nawaitu ketika semangat menciptakan dan mewujdukan pemekaran yakni membangun sama-sama Busel. Sebab Busel dari zaman Pj sampai devenitif banyak masalah yang membutuhkan banyak pemikiran banyak orang yang solutif dan konstruktif.
"Bukan dengan cara-cara memangkas atau mempropaganda. Okelah ini konteks demokrasi, wajar-wajar saja mengajak orang berkoalisi. Tapi ini masih terlalu jauh untuk membentuk deklarasi koalisi," katanya.
Lanjut dia, kalaupun sikap itu diambil wajar-wajar saja. Tapi dalam kurun waktu empat tahun, Plt bupati ini selayaknya fokus bahu-membahu untuk membangun daerah ini. Memberikan kontribusi pemikiran untuk pembangunan solusi setiap persoalan yang terjadi di daerah. Apalagi antara DPRD dan Pemkab adalah satu kesatuan mitra kerja sebagai penyelenggara pemerintahan.
"Saya kira tokoh-tokoh ini sama-sama berjuang juga kemarin. Saya pikir untuk membangun komunikasi dimana jalan buntuh bisalah menggunakan jalan persuasif, bukan dengan propaganda," katanya.
Kata dia, terkait koalisi pengusung Agusani apapun yang terjadi mestinya ketika berbicara soal ideologi tetap dipertahankan. "Kami juga di PDIP tidak mempermasalahkan ketika teman-teman mempunyai niatan dan cita-cita ingin menjadi bupati juga lewat partai lain," katanya.
Ia menegaskan, PDIP menyesalkan deklarasi Malino itu masih terlalu dini dilakukan untuk menentukan arah Pj bupati 2022-2024 selanjutnya untuk arah kepemimpinan 2024-2029.
Padahal koalisi pengusung Agusani ini masih membutuhkan kebersamaan untuk membangun membutuhkan gagasan brilian untuk Kabupaten Busel. Apalagi pada saat koalisi sama-sama memenangkan Agusani. "Selayaknya kita sama-sama membangun, kalau soal tidak sinergi nantilah di akhir," katanya.
Menurutnya, idealnya tanggalkan dulu kepentingan kelompok, kepentingan pribadi. Ia mengajak seluruh elemen elit politik untuk berfikir jernih berbicara mengutamakan kemaslahatan daerah ketimbang menguras energi hal yang kurang elok.
Rizal berkomitmen PDIP sebagai partai pemerintahan saat ini tetap mengintropeksi diri bagaimana memikirkan pembangunan dan kemajuan daerah. Kata dia, terlalu dini dalam skala minoritas poltik lokal daerah kalau gontok-gontokan terkait hal itu. Apalagi daerah baru seperti Busel.
"Kami partai PDIP tetap akan menjalin komunikasi dengan Parpol koalisi Agusani, bagaimana memikirkan kemajuan daerah ini. Kalau komunikasi sudah buntu kami tidak punya kuasa untuk itu. Teman-teman punya pilihan politik masing-masing," tukasnya. (aga)