Berita Terkini
Butur

Disbudpar Butur Belum Bayar Honor "Pemateri" di Seminar Budaya

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 6 September 2018 14:33 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Disbudpar Butur Belum Bayar Honor "Pemateri" di Seminar Budaya
Ilustrasi

PUBLIKSATU, BUTON UTARA - Kegiatan seminar budaya yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Buton Utara (Butur) pada pertengahan bulan Agustus 2018 lalu rupanya masih menyisahkan persoalan angka-angka.

Pasalnya sudah dua pekan selesainya pelaksanaan kegitan itu, honor salah satu pemateri belum juga dibayarkan. Padahal rekan-rekan pematerinya saat kegiatan itu telah menerima honor dan mungkin saat ini telah habis terpakai.

Nurlin Muhamad yang merupakan salah seorang pemateri mengaku heran akan hal itu. Jika persoalan uang ia tak mempersoalkan, hanya saja yang menjadi persoalan menyangkut perlakuan dan profesionalisme antara sesama pemateri yang lokal dan luar daerah.

"Saya hanya inginkan jangan ada perbedaan antara pemateri lokal dengan pemateri luar daerah, sehingga akan menampilkan berbagai spekulasi yang kurang baik" katanya di Kedai Cendana Kulisusu, Rabu (5/9).

Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) mengaku pernah dihubungi oleh salah seorang pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Namun Nurlin mendapat perlakuan yang kurang baik.

"Jika memang tidak adan anggaran untuk membayar honor pemateri, sebaiknya disampaikan. Kitapun bisa menerima. Tapi kan saya melihat ada perlakuan yang kurang baik," tandasnya.

"Sebaiknya Disbudpar jangan memaksakan kegiatan jika belum memiliki anggaran. Sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang kurang baik," saran Nurlin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Butur Harlin Hari berjanji akan segera menyelesaikan keterlambatan honor sala seorang pemateri pada kegiatan seminat Budaya itu.

"Saya sudah panggil Nurlin (pemateri). Sudah di komunikasikan dan segera diselesaikan secepatnya," jelas Harlin saat di hubungi melalui pesab WhatsAppnya, Rabu (5/8).

Mantan Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah itu mengaku hanya persoalan miskomunikasi saja. "Hanya persoalan miskomunikasi saja," tandasnya. (m7)

Bagikan