Berita Terkini
Busel

Jalan Produksi Debu, 1.059 Jiwa Warga Desa Lipumangau Terancam Ispa

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 6 September 2018 14:25 WIB · 2 menit baca
Jalan Produksi Debu, 1.059 Jiwa Warga Desa Lipumangau Terancam Ispa
Warga Desa Lipu Mangau blokade jalan

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Sedikitnya 1.059 jiwa atau 249 kepala keluarga (KK) di Desa Lipumangau, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan terancam menderita gangguan inspeksi saluran pernafasan (Sipa). Pasalnya, jalan yang tak kunjung diaspal di desa tersebut memproduksi debu tiap hari.

Akibatnya, warga protes dengan melakukan aksi pemblokiran jalan poros utama 77 yang menghubungkan Kabupaten Buton, Kota Baubau, ataupun kecamatan Sampolawa dan Lapandewa.

Hingga Rabu (5/9) suasana jalan poros utama masih diblokir. Jalan tersebut akan dibuka sampai ada solusi alternatif. Warga menuntut ada penyiraman air jalan tiap hari dan pengaspalan jalan secepatnya.

Menurut Kades Lipumangau, La Joki akses jalan poros utama yang menghubungkan kabupaten/kota di luar Busel. Maupun jalan utama yang menghubungkan kecamatan Lapandewa dan beberapa desa di Sampolawa masih diblokir warga.

Kata dia, tuntutan warga meminta solusi alternatif agar jalan tersebut disiram tiap hari agar tak berdebu jika dilalui kendaraan. Solusi permanen warga menuntut pengaspalan jalan secepatnya.

Ruas jalan utama yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi itu terbengkalai akibat proyek mandek saat masih menjadi wilayah Kabupaten Buton. Namun jalan tersebut sudah diselesaikan menjadi tanggung jawab Provinsi Sultra.

"Warga meminta agar jalan yang berdebu itu disiram dengan air tiap hari sambil menunggu diaspal. Kemungkinan di APBD-P 2018 bulan November ini pemerintah provinsi mau kerjakan, tapi belum pasti," katanya, Rabu (5/9).

Lanjut Joki, solusi kepastian pengaspalan ataupun penyiraman sementara dengan air. Menunggu hasil konsultasi laporan persoalan jalan itu oleh Dinas PU Busel dalam waktu dekat ini ke Pemerintah Provinsi.

"Kita menunggu hasil konsultasi pemerintah Kabupaten Busel ke Pemprov Sultra. Tapi prinsipnya kita berharap jalan ini jika belum diaspal harus disiram terlebih dahulu, kalau mengharapkan desa tak mampu kita, begitupun masyarakat menyiram sendiri, kecuali kita tidak mencari nafka lagi," katanya.

Akibat proyek gagal ataupun dampak politik lokal yang kini memproduksi debu meracuni aktifitas masyarakat 1.059 jiwa. Warga terancam ispa. Warga tinggal dipuaskan dengan janji manis politik para wakilnya di parlemen.

La Joki menambahkan, sejumlah bayi dan anak-anak warga yang rumahnya berada didepan jalan poros mengungsi. Namun demikian untuk bisa melintasi Desa Lipumangau untuk sementara ada jalan alternatif yang sudah diaspal dibelakang pemukiman warga.

"Ada jalan alternatif sudah diaspal dibelakang kampung, dari arah Balai desa masuk tembus ke Desa Gunung Sejuk, untuk sementara lalu lintas kendaraan menuju ibukota ataupun menuju kabupaten Buton dan Baubau lewat belakang," tukasnya. (aga)