Berita Terkini
Buton

Dosen Unidayan Gandeng Pengrajin Tenun Kecamatan Wabula

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 10 September 2018 16:48 WIB · 2 menit baca
Dosen Unidayan Gandeng Pengrajin Tenun Kecamatan Wabula
Dosen Unidayan dalam program FGD menggandeng pengrajin kain tenun Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton

PUBLIKSATU, BUTON - Tim dosen Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) yang terdiri dari Dr. La Ode Syaiful Islamy Hisanuddin, Dr. Rininta Andriani dan Lip Irawan SE MM melakukan salah satu tugas dan fungsi dosen, yakni pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan di Kecamatan Wabula dan dipusatkan di Desa Wabula.

Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan kali ini bermitra dengan Kelompok Pengrajin Tenun pewarna alam dan bekerjasama dengan Dekranasda Kabupaten Buton yang diwakili oleh Simiati SSos.

Pelaksanaan kegiatannya dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD), dimana tim dosen melakukan tanya jawab dengan peserta yang kesemuanya adalah pengrajin tenun pewarna alam yang didominasi kaum ibu-ibu.

Ketua Tim Dosen Unidayan, La Ode Syaiful Islamy mengatakan, bahwa tujuan pelaksanaan FGD tersebut untuk mengidentifikasi masalah pengembangan kerajinan tenun pewarna alam, baik itu dari internal maupun eksternal.

Lebih lanjut dia menjelaskan, FGD yang dilakukan ini adalah merupakan langkah awal dari rangkaian program pengabdian pada masyarakat yang berfokus pada program pengembangan produk unggulan daerah.

"Hasil FGD ini akan dijadikan dasar untuk mendesain model pengembangan produk unggulan daerah, khususnya kain tenun yang menggunakan pewarna alam," ungkapnya.

Sementara itu, Simiati mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan para dosen Unidayan sangat positif. FGD yang dilakukan telah membantu mengidentifikasi permasalahan yang selama ini dihadapi para pengrajin tenun dan kemudian diberikan alternatif-alternatif solusi yang bisa dilakukan.

Dia mengungkapkan, pelaksanaan FGD serta solusi yang diberikan tim dosen akan sangat bermanfaat bagi pengembangan kerajinan kain tenun pewarna alam. Sehingga produk yang dihasilkan ke depan bisa lebih memiliki daya saing dan dapat meningkatkan perekonomian pengrajin tenun.

"Saya melihat para pengrajin sangat antusias saat diskusi tanya jawab berlangsung dengan tim dosen. Para pengrajin diberikan informasi-informasi yang selama ini mungkin belum pernah mereka dapatkan. Dan saya berharap, kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus dapat dilakukan untuk membantu para pengrajin mengembangkan kapasitas dan pengetahuannya sehingga produk yang mereka hasilkan dapat diminati oleh konsumen," tandas Simiati, mewakil Dekrasda Buton. (m2)