Sekda Butur Ancam Hentikan Gaji Pegawai Honor Malas

PUBLIKSATU, BUTON UTARA - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buton Utara (Butur) Muh Yasin memberikan peringatan keras kepada pegawai honorer. Bagi yang suka bermalas-malasan dan tak menunjang kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), maka tak segan-segan tidak diberikan gaji.
Bahkan, ada ancaman sanksi yang lebih garang lagi. Mantan Kepala Dinas Koperasi Butur itu menegaskan akan memecat pegawai honor malas tersebut.
Dia mengakui honorer memiliki kontribusi penting dalam memberikan kelancaran kinerja pada setiap instansi. "Meski begitu ada juga sebagian yang sengaja malas masuk kerja. Ini yang harus dicermati,” kata Yasin belum lama ini.
Menurutnya, honorer yang tidak menunjang kinerja perlu dipertimbangkan masa kerjanya. Sebab, itu menyangkut efektifitas kerja dan anggaran.
"Mereka yang tidak produktif perlu dipertimbangkan. Kalau parah dikeluarkan saja. Karena ini menyangkut beban kerja dan beban pembiayaan pegawai," tandasnya.
Dia menuturkan, sadar atau tidak sadar, ada ruang kompetisi untuk menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). "Jika tidak produktif, segera dihentikan," tegasnya lagi.
Untuk itu, Jenderal ASN Butur ini mengajak seluruh abdi negara lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Butur agar selalu mengedepankan disiplin kerja. (m7/exa)