Berita Terkini
Busel

Alokasi Formasi CPNS Buton Selatan Dijatah 430 Orang

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 11 September 2018 17:45 WIB · 4 menit baca
Bagikan
Alokasi Formasi CPNS Buton Selatan Dijatah 430 Orang
Kepala BKPSDM Buton Selatan, La Ode Firman Hamza

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Kabar gembira bagi para peminat Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasalnya, dalam waktu dekat ini penerimaan CPNS akan segera dimulai tak terkecuali di Kabupaten Buton Selatan yang baru saja mekar menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) empat tahun lalu.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) menetapkan kuota kebutuhan seleksi untuk CPNS tahun 2018 ini sebanyak 430 orang.

Ini berdasarkan surat keputusan KemenPAN RB nomor 485 tahun 2018 ditetapkan 30 Agustus lalu tentang kebutuhan pegawai ASN di Kabupaten Busel tahun anggaran 2018.

"Iya benar di Kabupaten Buton Selatan mendapatkan kuota penerimaan CPNS tahun 2018. Di Busel formasi yang ditetapkan itu adalah formasi untuk umum," kata Pelaksana Tugas Kepala BKPSDM Busel La Ode Firman Hamza kepada wartawan, di kantor Bupati Busel, Senin (10/09).

Firman merincikan, sesuai lampiran rekapitulasi SK KemenPAN RB itu terdiri dari tiga kategori alokasi formasi yakni tenaga Guru 271 orang, tenaga kesehatan sebanyak 99 dan tenaga teknis lainya sebanyak 60 orang. Sehingga totalnya 430 orang kuota yang ditetapkan KemenPAN RB untuk penerimaan seleksi CPNS di Busel.

Ia menjelaskan, pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2018 dilaksanakan secara online melalui portal BKN. Seluruh masyarakat Indonesia dapat masuk diportal itu untuk kepentingan mendaftar. Untuk agenda seleksinya akan ada jadwal tersendiri setelah proses pendaftaran secara nasional itu dilaksanakan di Portal BKN. Segela bentuk persyaratan sudah diatur dalam PP 11 tahun 2017.

"Namun secara teknisnya karena ini sistem online itu nanti seluruh pelamar PNS bisa membuka portal SSCNBKN.go.id. Sehingga secara nasional apa yang menjadi persyaratan teknis itu dapat dilihat diportal itu," terangnya.

Kata dia, yang disiapkan daerah dalam hal ini Pemkab Busel, daerah membantu BKN selaku panitia seleksi nasional dalam hal menyiapkan kesiapan teknis. Yakni gedung pelaksanaan seleksi, peralatan komputer, pengawas dan pengamanan. Sedangkan berkaitan hal teknis terkait admin IT itu langsung dari BKN.

Lanjut dia, untuk persiapan Pemkab Busel sudah dalam tahap melakukan penganggaran secara normatif di APBD-P 2018. Namun demikian ia menjelaskan, sebagaimana rancangan kuota yang ditetapkan itu. Tentu ini masih dalam proses perbaikan-perbaikan. "Kita harus menyesuaikan dengan kuota yang sudah ada sekarang," katanya.

Menurutnya, usulan yang sudah ditetapkan KemenPAN RB ini hampir sama dengan usulan Pemkab Busel. Sebelum penetapan itu, Pemkab Busel mengusulkan sebanyak 600 kuota CPNS untuk Kabupaten Busel tahun 2018. Namun yang terkafer ditetapkan KemenPAN RB hanya 430 orang. Terbanyak kedua setelah Buton Tengah 500 orang.

Ia menambahkan, dalam e-Formasi yang sudah dikeluarkan oleh KemePAN RB sudah ada ketentuan-ketentuan. Yang final kata dia, disesuaikan dengan jumlah SK KemenPAN RB. Lebih jauh dijelaskan, ada perbedaan penetapan jumlah kuota antara dalam SK penetapan KemenPAN RB dengan yang ada dalam lampiran rekapitulasi formasi CPNS Kabupaten Busel. Dalam SK Penetapan kuota Busel sebanyak 428 orang. Namun dalam lampiran rekapitulasi formasi setelah dihitung lebih dua orang atau menjadi 430 orang.

"Yang tercantum dalam SK penetapan KemenPAN RB itu jumlahnya 428 orang, namun didalam lampiran rekapitulasi formasi penetapan CPNS oleh KemenPAN RB tercantum sebanyak 430 orang, Guru 271, tenaga kesehatan 99 orang, tenaga teknis lainya 60 orang totalnya 430 orang, terkait perbedaan jumlah ini akan kami laporkan dan konfirmasi ke KemenPAN dan RB tentang perbedaan angka-angka ini," katanya.

Bukan hanya itu kata Firman, ada beberapa kuota jabatan yang diterima seperti tenaga kesehatan dalam lampiran rekapitulasi tertulis dokter umum ahli pertama namun kualifikasi pendidikan yang diterima dokter hewan. Begitupun juga analisis dunia usaha yang tertulis kualifikasi pendidikan S-1 Pertanian. Terkait hal ini pihaknya secepatnya akan konfirmasi dengan pihak KemenPAN RB sehingga ada kejelasan. "Semuanya masih dalam proses konfimasi dengan KemenPAN RB, perbedaan ini tidak mempengaruhi proses tahapan seleksi," tegasnya.

Untuk jadwal pendaftaran secara online ia memastikan belum dipastikan tanggal 19 September ini masih tentatif alias belum final bisa berubah-ubah. Setelah nanti secara teknis daerah adminya sudah diberikan pelatihan itu sudah akan ada nanti, begitupun kesiapan teknis di daerah. Tapi yang pasti ia mempersilahkan peminat calon pelamar CPNS untuk membuka portal SSCNBKN.(aga)

Bagikan