Berita Terkini
Busel

Siompu Barat Ditargetkan Produksi Garam

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 18 September 2018 07:41 WIB · 2 menit baca
Siompu Barat Ditargetkan Produksi Garam
Amrin Abdullah

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Buton Selatan (Busel) mengenjot potensi lokal daerah. Salah satunya memberikan pendampingan dengan mendorong terwujudnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengembangkan potensi lokal. Seperti yang sudah dilakukan beberapa desa di Busel.

Ternyar, produk lokal Kopi Jahe dari Desa Hendea yang sudah dikemas menarik. Bukan hanya itu, ada BUMDes yang mengelola abon ikan di Desa Bahari, pengelolaan bawang goreng di Lapandewa.

Target selanjutnya adalah produksi garam di Kecamatan Siompu Barat. Bahkan dengan potensi yang ada, Siompu Barat ditargetkan menjadi daerah produksi garam terbesar di kawasan Indonesia Timur. Dan lokasi empang produksi garam itu mulai digarap akan direalisasikan 2019 mendatang.

Menurut Kepala DPMD Busel, Amrin Abdullah, sejumlah produk BMUDes Busel itu sudah menembus dan beredar di pasar lokal di daerah Sultra. Namun demikian, produk itu masih dalam tahapan sampel produksi akan dikirim ke kementerian terkait untuk diuji laboratorium sebagai syarat legalitas.

Ke depan, seluruh produk itu akan berbadan hukum. Dengan demikian dapat dipasarkan secara meluas hingga keluar daerah. Hal ini juga akan saling mendukung antara koperasi dan BUMDes untuk mengembangkan secara teknis produk lokal daerah.

Dikatakan, dari sejumlah produk itu, tinggal menunggu legalitas BPOM. Tapi sejumlah masyarakat lokal sudah menikmati sejumlah produk yang ada. "Ke depan kita menunggu BPOM untuk legalitasnya," katanya.

Tapi paling tidak, dari sejumlah produk ini akan terus berproses untuk dikembangkan sehingga mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakan roda perekonomian di desa.

Lebih lanjut dikatakan, khusus untuk produk garam di Siompu Barat sampel garam sudah diambil. Hasilnya cukup meyakinkan dan berkualitas. Ini juga akan terus didorong dan dilakukan pendampingan yang rencananya akan memproduksi di tahun 2019 mendatang."Rencananya tahun 2019 mendatang sudah akan produksi," tandasnya. (aga)